ForexSignal88.com l Jakarta, 22/09/2018 - Brexit dan perang dagang masih menjadi primadona berita pasar yang memikat hati para investor dan pedagang di bursa forex dan emas. Seperti di pekan sebelumnya, dolar AS memulai perdagangan pekan lalu (17-21 September) dengan sentimen negatif yang masih membebaninya.

Pada awal hari Senin, para pelaku pasar masih dalam kondisi berhati-hati karena menunggu keputusan Presiden AS Donald Trump mengenai tarif baru yang akan dikenakan kepada produk-produk yang diimpor dari China. Seraya menunggu keputusan tersebut, pasar mulai melepas dolar AS.

Tekanan terhadap greenback semakin menjadi tatkala tiba-tiba tersiar kabar bahwa beberapa poin penting pada perundingan Brexit dapat disepakati meskipun pasar juga masih menunggu sebuah agenda penting yaitu KTT Uni Eropa. Pound sterling lagi-lagi menjadi motor penggerak bagi beberapa mata uang utama lainnya untuk menekan dolar AS.

Esok harinya Beijing langsung menyatakan siap melancarkan aksi balasannya pada terhadap tarif impor baru yang dikenakan kurang dari 24 jam sebelumnya oleh Trump pada produk yang diimpor dari China senilai $200 miliar. Langkah Beijing tersebut menambahkan tarif yang ditetapkan sebelumnya atas barang-barang AS senilai $60 miliar. Dolar AS pun mulai menunjukkan kekuatannya lagi karena tetap dipandang sebagai safe haven terbaik dalam situasi ini.

Sejak perang dagang digaungkan, greenback menjelma menjadi penerima manfaat terbesar dari meningkatnya ketegangan perdagangan dua ekonomi terbesar dunia tersebut dalam beberapa bulan terakhir karena para investor bertaruh akan memperoleh laba dengan melepas mata uang berisiko dan emas.

Namun tak dapat dipungkiri bahwa rally mata uang AS tersendat dalam beberapa pekan terakhir karena sebagian investor membukukan laba dan mulai khawatir tentang dampak jangka panjang dari berlarutnya perang perdagangan tersebut.

Ditambah lagi, ternyata tarif baru Washington ditetapkan hanya sebesar 10 persen untuk saat ini, sebelum naik menjadi 25 persen pada akhir 2018, bukan sekaligus 25 persen seperti yang ditakutkan sebagian pelaku pasar. Sebagai akibatnya, dolar AS harus menerima pukulan balik dari para rivalnya di hari Rabu.

Kemudian setelah bergerak sideways, bursa forex kembali bergejolak pada hari Kamis. Penguatan mata uang negara berkembang berlanjut lagi dan memicu aksi jual AS yang lebih luas. Greenback jatuh ke level terendah hampir empat bulan terhadap para pesaingnya karena para investor bertaruh pada rebound yang sedang berlangsung di mata uang negara berkembang di tengah sentimen yang membaik di masing-masing negara itu.

Berlanjutnya penguatan pound sterling yang dipicu kabar optimistis dari perkembangan drama Brexit juga menjadi beban bagi dolar AS. Pada hari Kamis pasangan mata uang GBPUSD melonjak ke level tertinggi empat bulan. Pasangan lainnya juga ikut menguat kecuali USDJPY.

Beruntung pada sesi Jumat dolar AS mendapat alasan kuat untuk menyerang balik mata uang lain. Pemicunya lagi-lagi kabar bertema Brexit. Sterling menukik tajam setelah kekhawatiran pasar meningkat lagi bahwa Inggris akan meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan perdagangan.

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan pada hari Jumat bahwa Uni Eropa harus menyediakan proposal alternatif Brexit, juga mengatakan pembicaraan telah menemui jalan buntu setelah pemimpin blok itu menolak rencananya tanpa menjelaskan sepenuhnya mengapa.

Pound turun 1,44 persen pada hari Jumat, membukukan kerugian harian terbesar terhadap greenback sejak Juni 2017 dan menjadi pemicu penguatan mata uang AS terhadap mata uang utama lainnya juga memaksa harga emas turun hingga penutupan perdagangan di hari Sabtu dini hari. Meskipun demikian, pada catatan penutupan mingguan, dolar AS masih memperlihatkan nada bearish kecuali terhadap yen Jepang.

 

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.1626     H : 1.1803      L : 1.1618      C : 1.1749

PERGERAKAN SEPEKAN 17/09 – 21/09 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 185 PIP

Secara Fundamental, Pada sesi perdagangan pekan kemarin PMI Manufaktur Jerman versi IHS Markit untuk bulan September 2018, jatuh ke level 53.7 dari sebelumnya di 55.9. Angka tersebut juga di bawah ekspektasi pasar pada level 55.7. Data Preliminary kali ini menjadi ekspansi aktivitas manufaktur paling rendah di negara ekonomi terkuat Zona Euro tersebut sejak bulan Januari 2017.

Setengah jam setelah rilis PMI Manufaktur Jerman, PMI Manufaktur Zona Euro untuk bulan September juga dirilis. Laporan tersebut memperlihatkan penurunan ke level 53.3, dari sebelumnya di level 54.6. Sama dengan PMI Manufaktur Jeman, data Zona Euro juga lebih rendah daripada ekspektasi di level 54.4. Level Preliminary Zona Euro menjadi yang terendah sejak Januari 2017.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German IFO Business Climate Senin 24/09/2018 Pk 15:00 WIB
  2. German Prelim CPI Kamis 27/09/2018 Tentatived Time
  3. M3 Money Supply Kamis 27/09/2018 Pk 15:00 WIB
  4. OPEC – JMMC Meetings Kamis 27/09/2018 Tentatived Time
  5. German Retail Sales Jumat 28/09/2018 Pk 13:00 WIB
  6. CPI Flash Estimate Jumat 28/09/2018 Pk 16:00 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.1616, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1569 – 1.1524 – 1.1476. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.1808, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.1853 – 1.1898 – 1.1946.

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL

O : 1.3072     H : 1.3298      L : 1.3055      C : 1.3080

PERGERAKAN SEPEKAN 17/09 – 21/09 : DOJI POSITIF

RANGE SEPEKAN : 243 PIP

Secara Fundamental, Poundsterling turun drastis hingga 1.5 persen di sesi perdagangan Jumat (21/09) pekan kemarin dan menuju ke penurunan harian terbesarnya terhadap Dolar AS. Hal ini terjadi setelah PM Inggris Theresa May menanggapi penolakan proposal Brexit-nya oleh Uni Eropa. Setelah proposal Brexit terbaru Inggris ditolak oleh Uni Eropa, Theresa May mengatakan bahwa pembicaraan dengan Uni Eropa menemui jalan buntu dan rencana baru perlu dibuat. PM Inggris tersebut menyampaikan kekecewaannya dengan mengatakan bahwa para pemimpin Uni Eropa seharusnya menghormati Inggris dengan tidak melakukan penolakan begitu saja tanpa memberikan alasan dan alternatif baru.

Salah satu permasalahan terbesar dalam negosiasi ini adalah masalah perbatasan Irlandia. Uni Eropa dan Inggris masih belum menemukan titik tengah tentang bagaimana memastikan aturan perdagangan pasca Brexit, untuk perbatasan antara Irlandia Utara yang menjadi bagian dari Inggris, dengan Irlandia sebagai bagian dari Uni Eropa.

Oleh sebab itu, para analis memperingatkan, hal ini merupakan bukti untuk para investor bahwa Poundsterling sangat rentan terhadap kabar tentang Brexit. Memburuknya keberlangsungan negosiasi, artinya adalah penghapusan penguatan bagi Poundsterling. Ditambah lagi, Brexit akan deadline pada bulan Maret 2019.

Berbagai optimisme Brexit yang muncul pekan lalu seolah lenyap tanpa bekas. Kondisi ini dimulai sejak hari Kamis kemarin, ketika Uni Eropa mengeluarkan peringatan bahwa May harus memberi detail perdagangan dan isu perbatasan dengan Irlandia paling lambat bulan November jika ini membereskan kesepakatan. 

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. OPEC – JMMC Meetings             Kamis 27/09/2018 Tentatived Time
  2. Current Account Jumat 28/09/2018 Pk 15:30 WIB
  3. Final GDP Jumat 28/09/2018 Pk 15:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.3012, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2946 – 1.2881 – 1.2811. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.3304, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.3374 – 1.3444 – 1.3514.

AUDUSD

 FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL

 

O : 0.7153     H : 0.7301      L : 0.7139      C : 0.7282

PERGERAKAN SEPEKAN 17/09 – 21/09 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 162 PIP

Secara Fundamental, Pada bulan Maret 2018, tepatnya sebelum Trump mengimplementasikan bea impor, Reserve Bank of Australia (RBA) melakukan sebuah studi yang berkesimpulan bahwa perang dagang global akan membuat nilai Dolar Australia menguat pesat. Namun, Gross Domestic Product (GDP) Negeri Kangguru tersebut diprediksi akan mengalami penurunan.

Studi yang dirilis pada Rabu (19/Sep) pekan kemarin atas permintaan Bloomberg Freedom of Information Act tersebut, mengungkapkan jika secara historis, mata uang Australia sering bertindak sebagai penyerap guncangan dalam sebuah kondisi krisis.

Ada 3 skenario yang mendasari studi analisis RBA tersebut :

  1. Penerapan bea impor AS untuk baja (25 persen) dan aluminium (10 persen) saja; tidak termasuk dari Kanada, Meksiko, dan Australia.
  2. Penerapan bea impor AS secara luas, yakni sebesar persen pada semua barang impor dari semua negara
  3. Pembalasan: Semua negara, kecuali Australia akan membalas bea impor AS dari skenario kedua dengan implementasi tarif setara, yakni 20 persen terhadap semua barang yang diimpor dari AS.

Saat ini, AS telah mengimplementasikan bea sebanyak 20 persen terhadap barang-barang impor dari seluruh negara termasuk Australia. Hampir semua negara yang dikenai bea impor tersebut, kecuali Australia, membalas dengan kebijakan yang sama terhadap barang-barang impor dari AS.

Namun demikian, analisis tersebut menunjukkan bahwa Australia tak akan terlalu terpengaruh dampak buruk perang dagang, terutama jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang mengandalkan arus perdagangan global untuk memenuhi permintaan domestik, atau negara lain yang sektor manufakturnya lebih besar daripada Australia. Hal ini memungkinkan Dolar Australia untuk terapresiasi (menguat), sehingga meningkatkan risiko penurunan pertumbuhan ekonomi.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. OPEC – JMMC Meetings Kamis 27/09/2018 Tentatived Time

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7189, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7135 – 0.7080 – 0.7022. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.7309, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.7366 – 0.7421 – 0.7476.

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 1194.05   H : 1210.85   L : 1191.60    C : 1198.70

PERGERAKAN SEPEKAN 17/09 – 21/09 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : $19.25 atau 192.5 PIP

Secara Fundamental, Harga emas melemah didorong kenaikan wall street dan indeks dolar Amerika Serikat (AS). Tekanan harga emas itu juga terjadi jelang pertemuan bank sentral AS atau the Federal Reserve yang diperkirakan menaikkan suku bunga. Harga emas untuk pengiriman Desember melemah 0,8 persen ke posisi USD 1.201,30 per ounce.

Harga emas itu merosot ke level terendah sejak 14 September. Harga emas selama sepekan naik tipis 0,1 persen. Sementara itu, indeks dolar AS naik 0,4 persen ke posisi 94,25. Indeks dolar AS susut 0,7 persen selama sepekan. Dolar AS dan emas yang berdenominasi dalam mata uang AS cenderung bergerak terbalik. Demikian mengutip hlaman Marketwatch, Sabtu (22/9/2018).

Harga emas tetap tertekan, tapi naik tipis dari posisi terendah USD 1.196 usai HIS Markit melaporkan indeks yang mencakup perusahaan berorientasi layanan turun ke level terendah dalam 18 bulan. Analis terus memantau pergerakan harga emas di posisi USD 1.200. Harga emas berdasarkan kontrak paling aktif, telah melemah 8,3 persen sepanjang 2018.

Pergerakan harga emas juga dipengaruhi laju wall street. Indeks saham Dow Jones yang menguat mencerminkan permintaan aset yang dianggap cenderung tertekan. Harga logam lainnya yaitu harga perak naik 0,4 persen ke posisi USD 14.359 per ounce. Harga perak bertahan di atas level terendah baru-baru ini di posisi USD 14.142.

Adapun perhatian harga logam termasuk harga emas dan mata uang dipengaruhi keputusan suku bunga acuan oleh the Federal Reserve pada pekan depan. Pejabat the Federal Reserve akan gelar pertemuan selama dua hari yang berakhir pada 26 September. Diperkirakan bank sentral AS menaikkan suku bunga acuan sekitar 25 basis poin. Sepanjang tahun ini, the Federal Reserve menaikkan suku bunga sebanyak empat kali.

Suku bunga the Federal Reserve akan kembali naik pada Desember. Diharapkan the Federal Reserve menaikkan suku bunga pada 2020 dan 2021 yang berdampak terhadap dolar AS dan harga emas. "Saya pikir pesan dari komite menaikkan suku bunga acuan secara bertahap. Kurang lebih satu setiap kuartal kemungkinan berlanjut," ujar Chief Strategist ACLS Global, Marshall Gittler.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan berlanjut dan tingkat pengangguran sentuh posisi terendah, inflasi sesuai target akan mendorong the Federal Reserve menaikkan suku bunga pada 2021. Hal tersebut dapat memaksa pasar menaikkan harapan suku bunga sehingga  dapat mendorong kenaikan dolar AS. Suku bunga tinggi mendorong kenaikan dolar AS.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1181.30, kemungkinan harga akan kembali ke level 1169.95 – 1158.85 – 1148.00. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1210.25, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1221.15 – 1230.95 – 1240.95.

 

  

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: TheAntiMedia.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

December 15, 2018

Sekilas Forex: USD Menyerang Balik dan Bullish Terhadap Mata Uang Dunia

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/12/2018 - Dolar AS belum tertandingi walaupun sempat terpukul di pertengahan pekan lalu (10-14 Desember). Dinamika di bursa forex dan emas pada pekan lalu masih didominasi oleh kabar di seputar politik Inggris dan Eropa namun…
December 08, 2018

Sekilas Forex: NFP Bebani USD Menjelang Pengumuman Suku Bunga

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/12/2018 - Aset safe havens, selain dolar AS, merajai perdagangan forex dan emas di pekan lalu (3-7 Desember). Pelemahan dolar AS dimulai pada awal pekan lalu setelah muncul hasil negosiasi Presiden AS Donald Trump dan Presiden…
December 01, 2018

Sekilas Forex: Dari Perang Dagang Sampai Suku Bunga, Kemana USD Akan Bergerak Pada Pekan Depan?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 02/12/2018 - Pada pekan terakhir November (26-30 November), tidak seperti di dua pekan sebelumnya, kabar Brexit kurang menghiasi aktivitas di bursa forex dan emas walaupun pada awal pekan tersebut sempat muncul kabar berupa…
November 17, 2018

BREXIT ALERT: Ancaman BREXIT Membuat Investor Kabur dari POUND

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/11/2018 - Di Indonesia masyarakat mengenal istilah “tahun politik” untuk mendefinisikan suatu masa yang dipenuhi berbagai aksi dan berita berbau politis. Mengadopsi istilah serupa, tidak ada salahnya jika sesi perdagangan pekan…
November 24, 2018

Sekilas Forex: USD Menolak Turun. Pekan Depan USD Berpotensi Untuk Naik Kembali

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/11/2018 - Mengawali sesi perdagangan pekan lalu (19-23 November) dolar AS masih menunjukkan pelemahan setelah di pekan sebelumnya dua pejabat berpengaruh Federal Reserve mengisyaratkan potensi kemunduran pertumbuhan ekonomi…