ForexSignal88.com l Jakarta, 15/09/2018 - Mengawali perdagangan pekan lalu (10-14 September), dolar AS mendapatkan tekanan mendadak lagi dari pound sterling, yang juga memicu penguatan mata uang lain dan harga emas, karena pada hari Senin (10/9) tersiar kabar bahwa kepala perundingan Brexit dari Uni Eropa yaitu Michel Barnier mengatakan bahwa kesepakatan dengan Inggris adalah "realistis" dan "mungkin" tercapai dalam waktu enam atau delapan minggu.

Barnier, saat itu berbicara di sebuah konferensi di Bled, Slovenia, mengatakan kesepakatan Brexit perlu untuk dicapai pada awal November. Namun Barnier mengatakan bahwa beberapa masalah masih tetap ada termasuk langkah-langkah untuk mencegah munculnya kembali masalah perbatasan Irlandia.

Fluktuasi pound sterling versus dolar AS masih berlanjut di hari Selasa (11/9) setelah sejumlah data ketenagakerjaan Inggris berhasil mendorong GBP ke level tertinggi sejak 2 Agustus terhadap dolar AS. Namun tak lama berselang, dolar AS melancarkan pukulan balik, bukan hanya terhadap pound sterling namun juga ke mata uang lainnya.

Penyebabnya lagi-lagi potensi ekskalasi ketegangan perdagangan AS-China setelah ekonomi kedua terbesar di dunia meminta WTO untuk menjatuhkan sanksi kepada AS atas langkah dumping yang diterapkannya. Ekskalasi tersebut juga melemahkan yuan sehingga permintaan terhadap greenback pun kembali meninggi dan harga emas harus ikut merasakan dampaknya, jatuh ke $1187,55 per troy ounce.

Namun di hari berikutnya dolar AS melemah lagi, demikian pula yen Jepang sebagai mata uang safe haven lainnya, karena para investor melepas sebagian posisi beli greenback setelah ada laporan yang menegaskan bahwa para pejabat senior AS berusaha untuk memulai pembicaraan perdagangan dengan China.

Sejumlah pejabat senior AS yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengirim undangan pertemuan kepada kolega mereka di Beijing, setelah putaran lain pembicaraan perdagangan bilateral, demikian laporan dari Wall Street Journal pada hari Rabu.

Selanjutnya pada hari Kamis, European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) mengumumkan kebijakan moneter mereka dan keduanya tidak mengubah tingkat suku bunga acuan masing-masing. Euro dan pound hanya berfluktuasi singkat saat itu namun data inflasi konsumen AS tampil mengecewakan, sama seperti data inflasi produsen di hari sebelumnya sehingga ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga AS yang agresif meredup sedikit dan memaksa dolar AS melemah lagi.

Kemudian pada hari Jumat (14/9) terlihat lagi fluktuasi pada perdagangan dolar AS terhadap pound sterling, euro dan mata uang utama lainnya, kecuali yen, juga harga emas. Data penjualan eceran AS yang memburuk ternyata tidak diperhatikan oleh pasar sehingga greenback menguat.

Kemudian indeks sentimen konsumen dari Universitas Michigan yang melonjak ke level tertinggi dalam satu tahun berhasil mendorong bullish dolar AS hingga berakhirnya sesi Jumat. Meskipun demikian, pada catatan penutupan, indeks dolar AS berakhir negatif di 94,95.  

Untuk pekan depan (17-21 September), selain semua berita terkait konflik dagang AS-China dan Brexit, sejumlah data penting akan diperhatikan oleh para pelaku pasar, di antaranya data inflasi konsumen zona euro, data manufaktur AS, rilis notulen rapat RBA, pengumuman kebijakan BoJ dan SNB, data inflasi dan penjualan ritel Inggris, data pembangunan perumahan AS serta data manufaktur Jerman dan Prancis.

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.1549     H : 1.1722      L : 1.1526      C : 1.1625

PERGERAKAN SEPEKAN 10/09 – 14/09 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 196 PIP

Secara Fundamental, ECB tidak melakukan perubahan suku bunga acuan di bulan September ini, sesuai dengan ekspektasi pasar. Bank sentral Zona Euro tersebut masih mengindikasikan penerusan program pelonggaran stimulus hingga akhir tahun ini, dan akan menjaga suku bunga tetap di level rendah sampai pertengahan tahun depan.

Meski demikian, ECB secara eksplisit mengonfirmasikan bahwa mereka akan memangkas jumlah pembelian obligasi menjadi 15 miliar Euro (dari 30 miliar Euro), pada bulan Oktober mendatang. Pemangkasan ini melegakan kekhawatiran sebagian pelaku pasar, yang sempat mengira pelonggaran moneter ECB tak akan bisa diimplementasikan karena terpengaruh ketidakpastian ekonomi global akhir-akhir ini.

Setelah kebijakan moneter diumumkan, Presiden ECB Mario Draghi menggelar konferensi pers. Draghi menuturkan bahwa ekonomi Zona Euro masih cukup solid untuk menghadapi risiko-risiko global, walaupun pertumbuhan diekspektasikan turun dalam laju yang lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya. Draghi juga mengatakan bahwa dampak isu krisis yang sedang melanda negara-negara berkembang seperti Turki dan Argentina, tidak memberikan pengaruh yang substansial bagi Zona Euro.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. Final CPI                         Senin 17/09/2018 Pk 16:00 WIB
  2. OPEC – JMMC Meetings Selasa 18/09/2018 – Tentatived Time
  3. OPEC – JMMC Meetings Kamis 20/09/2018 – Tentatived Time

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.1506, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1452 – 1.1398 – 1.1342. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.1723, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.1771 – 1.1822 – 1.1873.  

GBPUSD

 FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.2926     H : 1.3143      L : 1.2897      C : 1.3061

PERGERAKAN SEPEKAN 10/09 – 14/09 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 246 PIP

Secara Fundamental,  Bank Sentral Inggris (Bank of England/BOE) memutuskan menahan suku bunga acuan pada Kamis (13/9/2018) kemarin. Keputusan itu menghadirkan sorotan ihwal kekhawatiran pasar keuangan yang lebih besar terkait Brexit. BOE menyatakan sembilan pengambil keputusan dalam rapat BOE secara anonim memilih menahan suku bunga acuan di posisi 0,75%.

Hal itu sesuai dengan ekspektasi para ekonom dalam polling Reuters. "Sejak pertemuan komite sebelumnya terdapat indikasi-indisikasi, terutama di pasar keuangan, tentang ketidakpastian yang lebih besar terkait perkembangan ke depan dalam proses keluar dari Uni Eropa" kata bank sentral seperti CNBC International. 

BOE melaporkan dunia usaha terus berefisiensi dan menunda investasi menjelang Brexit, Maret 2019. Sekitar 40% eksportir menilai Brexit bakal merugikan penjualan mereka. Meskipun begitu, BOE meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga dari 0,4% menjadi 0,5%.

Sebagian disebabkan pengeluaran konsumen yang lebih kuat karena temperatur udara musim panas yang lebih hangat dari biasa. Lebih lanjut, BOE juga melihat gangguan yang lebih besar pada pertumbuhan ekonomi global. Apalagi jika Amerika Serikat (AS) dan China melakukan langkah proteksionis dagang yang belakangan diumumkan.

Sebagian besar ekonom yang dihubungi Reuters memprediksi BOE tidak akan menaikkan suku bunga acuan lagi sampai Brexit terjadi. BOE menekankan kembali bahwa reaksi bisnis, pasar keuangan, dan rumah tangga terhadap Brexit akan berdampak pada kebijakan moneter. Data bursa tenaga kerja juga menunjukkan peningkatan pengetatan.

Tingkat pengangguran tetap berada di posisi terendah sejak 1975, dan upah, kecuali bonus yang tidak tentu, tumbuh melampaui angka tiga tahun lalu. BOE mengatakan bisnis-bisnis menawarkan gaji karyawan di kisaran 2,5% sampai 3,5% lebih tinggi ketimbang setahun sebelumnya. Ini karena "meningkatnya" kesulitan perekrutan. 

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. CPI                                                 Selasa 18/09/2018 15:30 WIB
  2. PPI Input m/m Selasa 18/09/2018 15:30 WIB
  3. RPI Selasa 18/09/2018 15:30 WIB
  4. OPEC – JMMC Meetings Selasa 18/09/2018 Tentatived Time
  5. Retail Sales Kamis 20/09/2018 15:30 WIB
  6. OPEC – JMMC Meetings Kamis 20/09/2018 Tentatived Time
  7. Public Sector Net Borrowing Jumat 21/09/2018 15:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.2946, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2881 – 1.2811 – 1.2741. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.3156, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.3221 – 1.3287 – 1.3357.

AUDUSD

 FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7100     H : 0.7226      L : 0.7082      C : 0.7149

PERGERAKAN SEPEKAN 10/09 – 14/09 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 144 PIP

Secara Fundamental, Data Employment Change Australia mengalami kenaikan sebanyak 44,000 di bulan Agustus 2018. Angka tersebut melebihi ekspektasi 16,500, sekaligus menghapus penurunan yang mencapai minus 4,300 pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate) Australia masih stabil di posisi 5.3 persen pada bulan Agustus, karena tren warga yang mencari pekerjaan masih sama dengan bulan sebelumnya. Meski demikian, Tingkat Pengangguran Australia saat ini masih yang terendah sejak September 2017.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Monetary Policy Meeting Minutes Selasa 18/09/2018 08:30 WIB
  2. HPI Selasa 18/09/2018 08:30 WIB
  3. OPEC – JMMC Meetings Selasa 18/09/2018 Tentatived Time
  4. OPEC – JMMC Meetings Kamis 20/09/2018 Tentatived Time

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7088, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7039 – 0.6990 – 0.6941. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.7238, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.7287 – 0.7336 – 0.7385.

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

 

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 1194.90   H : 1212.45   L : 1187.55    C : 1193.80

PERGERAKAN SEPEKAN 10/09 – 14/09 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : $24.9 atau 249 PIP

Secara Fundamental, Harga emas berbalik arah ke zona negatif pada sesi perdagangan akhir pekan Jumat karena kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap yuan China. Sentimen yang mempengaruhi penguatan dolar AS adalah rencana Presiden AS Donald Trump untuk melanjutkan perang dagang dengan China.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (15/9/2018), Trump mengatakan kepada para pembantunya untuk mengenakan tarif sekitar USD 200 miliar kepada barang-barang dari China. Bloomberg merupakan media yang pertama kali melaporkan rencana tersebut.

"Saya pikir itu yang mendorong harga emas menjadi lebih murah karena dolar AS terus menguat," jelas Michael Matousek, Kepada Perdagangan U.S. Global Investors. "Secara teori perusahaan akan menghasilkan lebih sedikit uang karena mereka akan mendapat pajak" tambah dia.

Harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi USD 1.195,21 per ounce pada pukul 1.35 siang waktu New York, setelah mencapai angka tertinggi di USD 1.212,65 per ounce pada 28 Agustus.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun USD 7,10 atau 0,6 persen ke level USD 1.210,10 per ounce. Ketegangan perdagangan antara AS dengan beberapa negara lain terutama dengan China yang berlangsung selama berbulan-bulan mendorong investor untuk memborong dolar AS.

Harga emas telah turun sekitar 12 persen dari puncak USD 1.365,23 pada bulan April di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global dan meningkatnya suku bunga AS.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1181.30, kemungkinan harga akan kembali ke level 1169.95 – 1158.85 – 1148.00. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1210.25, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1221.15 – 1230.95 – 1240.95.

 

  

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: CNN Money

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

December 15, 2018

Sekilas Forex: USD Menyerang Balik dan Bullish Terhadap Mata Uang Dunia

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/12/2018 - Dolar AS belum tertandingi walaupun sempat terpukul di pertengahan pekan lalu (10-14 Desember). Dinamika di bursa forex dan emas pada pekan lalu masih didominasi oleh kabar di seputar politik Inggris dan Eropa namun…
December 08, 2018

Sekilas Forex: NFP Bebani USD Menjelang Pengumuman Suku Bunga

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/12/2018 - Aset safe havens, selain dolar AS, merajai perdagangan forex dan emas di pekan lalu (3-7 Desember). Pelemahan dolar AS dimulai pada awal pekan lalu setelah muncul hasil negosiasi Presiden AS Donald Trump dan Presiden…
December 01, 2018

Sekilas Forex: Dari Perang Dagang Sampai Suku Bunga, Kemana USD Akan Bergerak Pada Pekan Depan?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 02/12/2018 - Pada pekan terakhir November (26-30 November), tidak seperti di dua pekan sebelumnya, kabar Brexit kurang menghiasi aktivitas di bursa forex dan emas walaupun pada awal pekan tersebut sempat muncul kabar berupa…
November 17, 2018

BREXIT ALERT: Ancaman BREXIT Membuat Investor Kabur dari POUND

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/11/2018 - Di Indonesia masyarakat mengenal istilah “tahun politik” untuk mendefinisikan suatu masa yang dipenuhi berbagai aksi dan berita berbau politis. Mengadopsi istilah serupa, tidak ada salahnya jika sesi perdagangan pekan…
November 24, 2018

Sekilas Forex: USD Menolak Turun. Pekan Depan USD Berpotensi Untuk Naik Kembali

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/11/2018 - Mengawali sesi perdagangan pekan lalu (19-23 November) dolar AS masih menunjukkan pelemahan setelah di pekan sebelumnya dua pejabat berpengaruh Federal Reserve mengisyaratkan potensi kemunduran pertumbuhan ekonomi…