ForexSignal88.com l Jakarta, 08/09/2018 - Berita terbesar pada perdagangan forex dan emas di pekan lalu (3-7 September) adalah “gencatan senjata” antara Inggris dan Jerman dan konflik dagang AS-China. Pada hari Rabu (5/9), dilaporkan bahwa Jerman telah setuju untuk menghapus beberapa poin utama pada negosiasi Brexit. Sedangkan Inggris setuju untuk menerima pendekatan tersebut yang akan memperpanjang negosiasi sampai setelah tanggal keluarnya negara itu dari Uni Eropa pada Maret tahun depan.

Kesepakatan tersebut adalah sebuah terobosan bagi Uni Eropa dan Inggris yang berbeda pandangan tentang masa depan Inggris pasca Maret 2019. Dua bulan yang lalu, Perdana Menteri Inggris Theresa May bertemu dengan kabinetnya di Chequers di mana mereka menyetujui langkah pendekatan tersebut yang menyebabkan pengunduran diri dari menteri urusan luar negeri dan sekretaris Brexit. RUU itu kemudian disahkan di parlemen Inggris meskipun perbedaan utama tetap ada.

Kabar terkait Brexit terus mengguncang dinamika nilai tukar pound sterling terhadap dolar AS dan rival lainnya bahkan hingga sesi terakhir pekan lalu. Penguatan sterling pada pertengahan pekan lalu sempat menjadi ganjalan bagi dolar AS yang untuk jangka menengah masih di jalur mendaki karena naiknya nilai tukar mata uang Inggris tersebut ikut memicu penguatan mata uang lainnya, termasuk mata uang negara berkembang.

Sterling juga secara singkat melesat ke level tertinggi satu minggu pada hari Jumat (7/9) di tengah berita tentang Barnier yang mengatakan kepada para anggota parlemen Inggris pada awal bulan ini bahwa ia ingin berdiskusi dengan Inggris bagaimana menyelesaikan masalah perbatasan Irlandia, sebuah masalah besar dalam penarikan diri Inggris dari Uni Eropa.

Sayangnya, tidak lama mata uang Inggris harus melepas keuntungan tersebut karena di hari yang sama dolar AS mampu membalikkan keadaan karena pertumbuhan pekerjaan AS melonjak pada bulan Agustus meskipun para investor tetap gelisah tentang kemungkinan eskalasi konflik perdagangan AS-China saat Presiden AS Donald Trump mengancam China dengan tarif yang lebih banyak.

Trump memperingatkan pada hari Jumat bahwa ia memiliki rancangan tarif yang siap untuk dikenakan senilai $267 miliar terhadap impor barang dari China selain $200 miliar bea masuk yang sudah dikenakan sebelumnya.

Dolar AS menguat lagi karena pertumbuhan pekerjaan AS berakselerasi pada bulan Agustus dan tingkat upah meningkat paling tinggi dalam lebih dari sembilan tahun, memberikan tanda-tanda paling jelas bahwa ekonomi AS sejauh ini dapat mengatasi dampak perang dagang yang semakin meluas antara pemerintah Trump dengan China.

Naiknya pertumbuhan upah di AS tersebut menggarisbawahi kondisi pasar tenaga kerja yang ketat dan meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga ketiga dari Federal Reserve pada tahun ini ketika para pembuat kebijakan bank tersebut menggelar rapat pada 25-26 September.

Selanjutnya pada pekan ini (10-14 September), sejumlah data dan agenda penting akan menjadi sorotan para pelaku pasar, di antaranya data pinjaman baru dan inflasi China, data ketenagakerjaan Australia, data pesanan mesin, industri dan PDB Jepang, data industri, manufaktur, konstruksi, data ketenagakerjaan dan PDB Inggris, hasil survey ekonomi dan inflasi konsumen Jerman, data industri dan ketenagakerjaan zona euro, data kredit konsumen, inflasi produsen, penjualan ritel dan sentimen konsumen AS serta pengumuman kebijakan moneter Bank of England dan European Central Bank.


EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.1597     H : 1.1659      L : 1.1530      C : 1.1558

PERGERAKAN SEPEKAN 03/09 – 07/09 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 129 PIP

Secara Fundamental, Di tengah kekhawatiran perang dagang AS – China, eskalasi perang dagang yang dilakukan oleh Presiden Trump kini mengincar Uni Eropa - mitra dagang terbesar AS setelah China. Pasalnya Presiden Trump nampaknya akan menolak proposal pengajuan Uni Eropa untuk mengeliminasi tarif impor produk otomotif dari negara kelompok mata uang euro itu. Trump menyebutkan bahwa pengajuan itu disebut "tidak cukup bagus". Pernyataan Trump tersebut direspon oleh pasar dan sempat membebani pergerakan EURUSD di sesi perdagangan awal pekan kemarin.

Ini karena bahwa akan terjadi kekhawatiran perang dagang lagi antara AS dan Uni Eropa, meski Uni Eropa belum memberikan pernyataan akan membalas layaknya China kepada AS. Sebelumnya, Presiden Trump memang akan memberlakukan tarif impor sektor otomotif dari Uni Eropa. Khususnya mobil dari Jerman seperti Volkswagen AG, Daimler AG, dan BMW AG. Ketika Trump memberikan outlook akan menolak pengajuan tersebut, beberapa analis melihat bahwa eskalasi perang dagang kemungkinan akan berkembang pula di Uni Eropa.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. OPEC-JMMC Meetings                         Senin 10/09/2018 Tentatived Time
  2. German ZEW Economic Sentiment Selasa 11/09/2018 Pk 16:00 WIB
  3. Main Refinancing Rate Kamis 13/09/2018 Pk 18:45 WIB
  4. ECB Press Conference Kamis 13/09/2018 Pk 19:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1667, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1723 – 1.1771 – 1.1822. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1506, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1452 – 1.1398 – 1.1342.

  

GBPUSD

 

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

O : 1.2915     H : 1.3028      L : 1.2785      C : 1.2920

PERGERAKAN SEPEKAN 03/09 – 07/09 : DOJI POSITIF

RANGE SEPEKAN : 243 PIP

Secara Fundamental,  Dua pekan lalu, Pound berfluktuasi karena dinamika negosiasi Brexit. Tarik ulur dalam proses negosiasi antara Inggris dan Uni Eropa menyebabkan tren Pound sulit berubah. Pergerakan GBP/USD ke depan masih terfokus pada perkembangan terkait Brexit.

Sterling sempat menguat setelah Negosiator Brexit dari Uni Eropa, Michel Barnier, mengatakan pihaknya siap menawarkan kemitraan dengan Inggris dalam bentuk baru yang belum pernah ada dengan negara manapun. Hal itu diperkuat oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menyatakan akan membujuk pemimpin Uni Eropa lainnya untuk mencapai kesepakatan dengan Inggris dalam pertemuan di Austria pada bulan ini.

Namun, kemarin Barnier menolak proposal Perdana Menteri Theresa May yang dianggapnya mengancam Kesatuan Eropa. May mengusulkan sistem perdagangan yang berbeda dengan keinginan akses pasar tunggal. Apalagi di dalam negeri, May masih mendapat tekanan dari anggota parlemen terkait arah negosiasi.

Melihat situasi terakhir ini, para pengamat masih meragukan kesepakatan sudah dekat. Mereka berpandangan bahwa pernyataan Barnier mengindikasikan Uni Eropa siap menawarkan deal dan ini mengurangi potensi adanya Hard Brexit. Namun mereka masih skeptis hal ini menandakan adanya titik balik dalam negosiasi.

Meski para pengamat tersebut terpecah soal kapan deal bisa tercapai, mereka sepakat itu masih sulit terwujud dalam waktu dekat. Sebagian memperkirakan akhir tahun, namun sebagian lain tetap meyakini deal dicapai di saat-saat akhir. Selain masalah perdagangan, isu lain yang masih rumit adalah perbatasan Irlandia Utara.

Pasalnya, saat ini Irlandia Utara mempraktekkan akses bebas tanpa batas yang berjalan seperti di Uni Eropa. Namun perbatasan harus ditetapkan bila Inggris keluar dari pasar tunggal, karena setelah Brexit, Inggris akan menjalankan aturan cukai yang berbeda.

Bila kesepakatan tidak diratifikasi di semua parlemen seluruh Eropa sebelum 29 Maret 2019, maka Inggris akan keluar tanpa komitmen perdagangan dan harus berdagang dengan Uni Eropa memakai aturan WTO. Bila itu terjadi, ada dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi. Bahkan BOE memperingatkan dampak Brexit bersifat jangka panjang.

Sedangkan untuk rilis data ekonomi harian, Indeks PMI Jasa Inggris naik dari 53.5 ke angka 54.3 pada bulan Agustus 2018. Angka tersebut mematahkan ekspektasi kenaikan ke 53.9. Sub-sektor yang mengangkat pertumbuhan PMI Jasa kali ini adalah aktivitas bisnis dan pertumbuhan pekerjaan baru. Padahal sebelumnya, ketidakpastian Brexit yang terus berlanjut dikhawatirkan dapat menghalangi belanja perusahaan-perusahaan, khususnya untuk belanja dalam proyek berskala besar.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. GDP                                                   Senin 10/09/2018 15:30 WIB
  2. Manufacturing Production              Senin 10/09/2018 15:30 WIB
  3. Average Earnings Index                 Selasa 11/09/2018 15:30 WIB
  4. MPC Official Bank Rate Votes       Kamis 13/09/2018 18:00 WIB
  5. Monetary Policy Summary             Kamis 13/09/2018 18:00 WIB
  6. Official Bank Rate                            Kamis 13/09/2018 18:00 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.2773, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2715 – 1.2651 – 1.2593. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.3055, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.3108 – 1.3164 – 1.3221.  

 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7183     H : 0.7233      L : 0.7096      C : 0.7103

PERGERAKAN SEPEKAN 03/09 – 07/09 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 137 PIP

Secara Fundamental, Tenggat waktu berakhirnya Public Comment Period untuk proposal bea impor tambahan AS terhadap barang-barang China senilai lebih dari $200 miliar akan jatuh hari Kamis pekan kemarin. Setelah itu, presiden AS Donald Trump akan menindaklanjutinya sebagai sebuah rencana kebijakan, sembari menentukan waktu eksekusinya.

Sementara itu, pemerintah China telah menyatakan bahwa apabila AS nekat menambah bea impor bagi barang-barang mereka, maka tak ada yang bisa dilakukan selain membalasnya. Upaya negosiasi yang selama ini dilakukan AS-China tidak membuahkan hasil. Karena China merupakan salah satu mitra dagang utama Australia dan New Zealand, maka tak heran jika kisruh dagang yang melibatkan negeri Tirai Bambu tersebut, juga berpengaruh pada AUD dan NZD.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Employment Change             Kamis 13/09/2018 08:30 WIB
  2. Kamis 13/09/2018 08:30 WIB Kamis 13/09/2018 08:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLSH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7238, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7287 – 0.7336 – 0.7385. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7088, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7039 – 0.6990 – 0.6941.

  

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL

O : 1199.50   H : 1206.80   L : 1189.45    C : 1196.00

PERGERAKAN SEPEKAN 03/09 – 07/09 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $17.35 atau 173.5 PIP

Secara Fundamental, Harga emas melemah merosot seiring data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang menguat. Hal itu mendorong dollar AS kembali perkasa dan mendukung harapan kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS atau the Federal Reserve pada 2018.

AS menciptakan tenaga kerja 201 ribu pada Agustus 2018. Hal itu membuat tingkat pengangguran rendah dalam 18 tahun sekitar 3,9 persen. Sedangkan ekonom memperkirakan ada jumlah tenaga kerja baru sekitar 200 ribu di sektor non pertanian. Tingkat upah juga naik dari 2,7 persen menjadi 2,9 persen. Kenaikan itu tertinggi sejak Juni 2009.

Data ekonomi tersebut lebih tinggi dari yang diharapkan. Kenaikan pertumbuhan upah memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga lagi sebanyak dua kali pada 2018. Demikian disampaikan Analis ICICI Bank dalam laporannya, seperti dikutip dari halaman Marketwatch, Sabtu (8/9/2018).

Harga emas untuk pengiriman Desember turun USD 3,9 atau 0,3 persen ke posisi USD 1.200,40 per ounce. Selama sepekan, harga emas susut 0,5 persen.

Adapun data pekerjaan AS menguat mendukung the Federal Reserve atau bank sentral AS akan menaikkan suku bunga lagi pada September. Hal ini seperti yang diharapkan pelaku pasar. Kemudian kenaikan suku bunga lagi pada Desember. Adapun the Federal Open Market Committee akan adakan pertemuan pada 26 September.

Suku bunga tinggi dapat menekan harga emas ditambah dolar AS makin menguat. Hal tersebut dapat membuat aset dalam dolar AS makin mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Indeks dolar AS naik 3,6 persen sepanjang 2018. Pada sesi perdagangan Jumat, indeks dolar AS menguat 0,4 persen. Selama sepekan, indeks dolar AS bertambah 0,3 persen.

"Kami tetap berhati-hati pada emas selama sisa 2018 dengan kecepatan the Federal Reserve memenuhi kenaikan suku bunga sehingga mendukung dolar AS lebih kuat," ujar Rob Haworth, Analis US Bank.

Ia meambahkan, pertumbuhan di luar AS kemungkinan tidak akan memburuk menjadi resesi pada 2018. Hal itu membatasi permintaan safe haven untuk emas.

Adapun lebih banyak petunjuk tentang tren suku bunga. Menurut Analis Insignia Consultans Chintan Karnani akan datang dari pengumuman inflasi pada Kamis. Sedangkan, pengumuman indeks harga produsen pada Rabu.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLSH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1210.25, kemungkinan harga akan kembali ke level 1221.15 – 1230.95 – 1240.95. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1181.30, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1170.25 – 1158.90 – 1148.00.

  

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: CNN Money

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

December 15, 2018

Sekilas Forex: USD Menyerang Balik dan Bullish Terhadap Mata Uang Dunia

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/12/2018 - Dolar AS belum tertandingi walaupun sempat terpukul di pertengahan pekan lalu (10-14 Desember). Dinamika di bursa forex dan emas pada pekan lalu masih didominasi oleh kabar di seputar politik Inggris dan Eropa namun…
December 08, 2018

Sekilas Forex: NFP Bebani USD Menjelang Pengumuman Suku Bunga

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/12/2018 - Aset safe havens, selain dolar AS, merajai perdagangan forex dan emas di pekan lalu (3-7 Desember). Pelemahan dolar AS dimulai pada awal pekan lalu setelah muncul hasil negosiasi Presiden AS Donald Trump dan Presiden…
December 01, 2018

Sekilas Forex: Dari Perang Dagang Sampai Suku Bunga, Kemana USD Akan Bergerak Pada Pekan Depan?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 02/12/2018 - Pada pekan terakhir November (26-30 November), tidak seperti di dua pekan sebelumnya, kabar Brexit kurang menghiasi aktivitas di bursa forex dan emas walaupun pada awal pekan tersebut sempat muncul kabar berupa…
November 17, 2018

BREXIT ALERT: Ancaman BREXIT Membuat Investor Kabur dari POUND

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/11/2018 - Di Indonesia masyarakat mengenal istilah “tahun politik” untuk mendefinisikan suatu masa yang dipenuhi berbagai aksi dan berita berbau politis. Mengadopsi istilah serupa, tidak ada salahnya jika sesi perdagangan pekan…
November 24, 2018

Sekilas Forex: USD Menolak Turun. Pekan Depan USD Berpotensi Untuk Naik Kembali

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/11/2018 - Mengawali sesi perdagangan pekan lalu (19-23 November) dolar AS masih menunjukkan pelemahan setelah di pekan sebelumnya dua pejabat berpengaruh Federal Reserve mengisyaratkan potensi kemunduran pertumbuhan ekonomi…