ForexSignal88.com l Jakarta, 02/09/2018 - Pada sesi perdagangan pekan terakhir bulan Agustus, pergerakan di bursa forex dan emas cukup fluktuatif. Setelah sepanjang dua pekan sebelumnya dolar AS mendapat tekanan, pada pekan lalu greenback mulai mendesak para rivalnya kecuali yen dan franc Swiss yang ikut menguat karena dipandang sebagai mata uang safe haven. Pada basis mingguan, pound sterling juga tercatat menghasilkan penguatan terhadap dolar AS.

Fluktuasi mata uang dan harga emas di pekan lalu dimotori oleh ketegangan hubungan perdagangan antara AS dengan beberapa mitra dagang besarnya. Awalnya, kekhawatiran pasar terkait ketegangan perdagangan antara AS dengan China mereda sejenak, sehingga permintaan pasar terhadap greenback yang juga diyakini sebagai mata uang safe haven berkurang.

Berkurangnya permintaan safe haven itu membuat euro, pound sterling dan dolar Australia sempat menekan dolar AS di awal pekan lalu. Mata uang safe haven lain juga sempat tertekan dari perdagangan crossrate masing-masing.

Namun pelemahan dolar AS dan safe haven currencies tidak berlangsung lama. Dolar AS akhirnya menahan penurunan beruntun selama 2 minggu karena permintaan safe haven kembali muncul sebagai akibat dari kekhawatiran pasar terhadap potensi perang dagang yang mencuat lagi terbukti membantu greenback mempertahankan dukungan lain dari data lokal yang optimis.

Permintaan safe haven bersinar kembali karena ketegangan konflik perdagangan antara AS dan China terdongkrak ketika Presiden AS Donald Trump mengancam akan meningkatkan tarif sebesar $200 miliar lagi. Selain itu, tekanan pendanaan di Argentina menghidupkan kembali kekhawatiran tentang kenaikan biaya pinjaman global yang didorong oleh Federal Reserve dan dampaknya berimbas kepada banyak mata uang negara berkembang.

Kekhawatiran atas perang perdagangan global tersebut pun terdorong lagi ketika Trump menolak proposal dari Uni Eropa (UE) pada hari Jumat untuk menghapus tarif impor pada mobil jika AS melakukan hal yang sama. Trump mengklaim tawaran UE itu tidak cukup baik. AS menerapkan bea masuk 25% terhadap mobil-mobil Eropa.

Data inflasi zona euro yang lebih lemah dari perkiraan tidak dapat dipungkiri ikut memperbesar tekanan pada euro, ditambah dengan krisis fiskal Italia, memaksa mata uang tunggal zona euro menutup bulan Agustus di zona merah.

Sementara itu dolar Kanada juga memiliki masalah dari ranah perdagangan karena para investor gelisah dengan hasil perundingan perdagangan AS-Kanada untuk renegosiasi Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA). Sayangnya, berbeda dengan kesuksesan perundingan AS-Meksiko pada hari Senin, kesepakatan antara AS dengan Kanada gagal diraih.

Sedangkan pound sterling hanya melemah tipis di sesi penutupan pekan lalu, bergeser kembali ke bawah level psikologis $1,3000 karena ketidakpastian terkait Brexit tetap menjadi beban meskipun beberapa hari sebelumnya mata uang tersebut menguat dengan cepat setelah muncul kabar bahwa kepala perundingan UE bersedia untuk memberikan kemitraan khusus kepada Inggris setelah Brexit terjadi pada Maret tahun depan.

Mata uang lain yang terpuruk di pekan lalu adalah dolar Australia yang jatuh lebih dari 1 persen pada hari Jumat, jatuh ke level terendah dalam 20 bulan, karena AS dan Kanada mengakhiri pembicaraan perdagangan tanpa kesepakatan. Mata uang tersebut hanya mampu memangkas sebagian kecil pelemahannya setelah AS mengatakan pembicaraan dengan Kanada akan dilanjutkan minggu ini.

Faktor lain yang juga melukai sentimen bagi Aussie adalah potensi pemerintahan Trump akan meningkatkan perang dagangnya dengan China pada awal pekan ini dan melemahnya harga logam-logam dasar pada hari Jumat, khususnya tembaga, di perdagangan di bursa London.

Untuk pekan depan (2-7 September), selain isu perdagangan internasional, Brexit dan nonfarm payrolls AS, beberapa data dan agenda penting akan disoroti oleh pasar, diantaranya adalah keputusan suku bunga bank sentral Australia dan Kanada, data manufaktur Inggris dan AS serta laporan Bank of England mengenai inflasi Inggris.

 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

O : 1.1617     H : 1.1734      L : 1.1585      C : 1.1607

PERGERAKAN SEPEKAN 27/08 – 31/08 : DOJI NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 149 PIP

Secara Fundamental, Supermasi kekuatan Dollar AS sedikit tertekan semenjak pengumuman kesepakatan dagang antara AS dengan Meksiko. Walaupun belum seutuhnya menjadi kesepakatan untuk pakta dagang NAFTA, negosiasi antara dua negara yang saling berbatasan tersebut membuka optimisme akan tercapainya perjanjian baru AS dengan Kanada.

Selain pelemahan Dolar AS, komentar kepala ekonom ECB Peter Praet menambah penguatan Euro di tengah minimnya data ekonomi berdampak tinggi pada sesi perdagangan sepekan kemarin.

Praet memperingatkan bahwa risiko yang terkait dengan kebijakan moneter longgar ECB harus "diawasi dengan seksama", tepatnya setelah ekspansi ekonomi berjalan dalam beberapa tahun.

Peringatan Praet tersebut diasumsikan sebagai sinyal dari ECB yang mulai menyadari efek samping kebijakan super longgarnya. Pasar mengekspektasikan kebijakan tersebut perlahan-lahan akan dipangkas.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. OPEC-JMMC Meetings Senin 03/09/2018 Tentatived Time

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.1517, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1464 – 1.1410 – 1.1353. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.1756, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.1804 – 1.1854 – 1.1902.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.2843     H : 1.3043      L : 1.2829      C : 1.2964

PERGERAKAN SEPEKAN 27/08 – 31/08 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 214 PIP

Secara Fundamental, Pada sesi perdagangan sepekan kemarin terdapat pernyataan Perdana Menteri Theresa May yang dinilai meremehkan konsekuensi No Deal dengan Uni Eropa dalam negosiasi Brexit.

Pernyataan May tersebut diduga merupakan tanggapan dari pernyataan Menteri Keuangan Philip Hammond, yang memperingatkan adanya "bahaya ekonomi" akibat No Deal Brexit.

Peringatan Hammond bukan tak berdasar. Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas mengatakan bahwa risiko No Deal Brexit masih dibicarakan di meja perundingan. Begitupun dengan PM Prancis yang juga telah meminta para menterinya untuk mempersiapkan langkah-langkah darurat apabila Inggris keluar dari UE tanpa kesepakatan.

Saat ini, potensi No Deal Brexit ( atau biasa juga disebut sebagai Hard Brexit ) memang kian meningkat di mata para investor, sehingga banyak yang melakukan upaya hedging terhadap Poundsterling.

Mata uang Inggris diperkirakan berisiko mengalami "penumpukan" apabila Inggris dibiarkan terisolasi dari Uni Eropa, yang merupakan mitra dagang terbesarnya. Posisi hedging ini makin menguat mendekati bulan Maret tahun depan yang menjadi tenggat waktu negosiasi.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Manufacturing PMI             Senin 03/09/2018 15:30 WIB
  2. OPEC-JMMC Meetings Senin 03/09/2018 Tentantived Time
  3. Construction PMI             Selasa 04/09/2018 15:30 WIB
  4. Services PMI Rabu 05/09/2018 15:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.2833, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2773 – 1.2715 – 1.2651. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.3055, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.3108 – 1.3160 – 1.3221.

 

AUDUSD

 FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7327     H : 0.7360      L : 0.7173      C : 0.7185

PERGERAKAN SEPEKAN 27/08 – 31/08 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 187 PIP

Secara Fundamental, Dolar Australia melemah dalam 4 sesi perdagangan berturut-turut pada sesi perdagangan sepekan kemarin, karena muncul kembali keraguan di kalangan investor terkait kapan RBA akan memulai melakukan Rate Hike.

Ketidakpastian itu memicu aksi jual terhadap AUD, sehingga mata uang tersebut melemah terhadap major currencies lain pada sepekan kemarin.

Reli Dolar Australia sejak Jumat dua pekan lalu hingga awal pekan kemarin ini terhenti setelah muncul berita yang menyebutkan bahwa bank pemberi pinjaman terbesar kedua di Australia, Westpac Bank, telah meningkatkan beragam bunga hipotek ke tingkatan yang tidak mengacu pada suku bunga bank sentral Australia.

Secara keseluruhan, bunga hipotek untuk semua nasabah Westpac bertambah 14 basis poin, dan akan mulai berlaku 19 September mendatang. Langkah ini dikhawatirkan memicu bank pemberi pinjaman utama lain (CBA, ANZ, dan NZB) untuk melakukan hal serupa.

Keputusan Westpac Bank menaikkan bunga hipotek secara independen memiliki dampak langsung pada obligasi berjangka Pemerintah Australia. Kondisi tersebut memunculkan pandangan baru mengenai peluang kenaikan suku bunga RBA dalam jangka menengah dan jangka panjang yang bisa semakin berkurang.

Selain faktor domestik, Dolar Australia ikut terbebani oleh revisi naik pada rilis data Prelim GDP AS kuartal kedua pada sesi perdagangan Rabu (29/08/2018) lalu. Berita besar lainnya juga datang dari Inggris, yakni kemunculan optimisme baru terkait negosiasi Brexit yang ikut melambungkan Sterling. 

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Retail Sales                                     Senin 03/09/2018 08:30 WIB
  2. Company Operating Profits Senin 03/09/2018 08:30 WIB
  3. OPEC-JMMC Meetings Senin 03/09/2018 Tentatived Time
  4. Current Account Selasa 04/09/2018 08:30 WIB
  5. Cash Rate Selasa 04/09/2018 11:30 WIB
  6. RBA Rate Statement Selasa 04/09/2018 11:30 WIB
  7. GDP Rabu 05/09/2018 08:30 WIB
  8. Trade Balance Kamis 06/09/2018 08:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLSH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7308, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7362 – 0.7413 – 0.7467. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7164, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7113 – 0.7064 – 0.7012.

  

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NETRAL

O : 1206.35   H : 1214.10   L : 1196.10    C : 1199.20

PERGERAKAN SEPEKAN 27/08 – 31/08 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $18 atau 180 PIP

Secara Fundamental, Harga emas sempat mengalami pergerakan rebound naik walau akhirnya ditutup turun secara mingguan karena dibayangi penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) yang dipicu kekhawatiran investor tentang eskalasi perselisihan perdagangan AS-China.

Ini setelah muncul ancaman baru dari Presiden AS Donald Trump, meskipun harga emas masih menuju penurunan bulanan kelima berturut-turut.

Melansir halaman Reuters, Sabtu (1/9/2018), harga emas di pasar spot naik 0,1 persen ke posisi USD 1.200,70 per ounce. Harga emas niak sekitar 4 persen dari posisi terendah dalam 19 bulan di posisi USD 1.159,96 pada 16 Agustus.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik USD 1,70, atau 0,1 persen menjadi USD 1.206,70 per ounce.

Harga emas turun hampir 2 persen pada Agustus, dan lebih dari 7 persen tahun ini. "Emas diperdagangkan di lingkungan yang mendukung karena meningkatnya tarif yang dibebankan pada China. Kondisi ini berbeda dengan Dolar," kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures.

Trump diketahui siap untuk meningkatkan perang perdagangan dengan China. Dia mengatakan kepada para pembantunya jika bersiap untuk mengenakan tarif lebih dari USD 200 miliar terhadap produk hina, seperti dilaporkan Bloomberg.

"Rencana Trump memiliki dampak signifikan dan dolar sedikit melemah yang mendukung harga emas," kata Peter Fertig, Analis di Quantitative Commodity Research, seraya menambahkan jika krisis mata uang negara berkembang turut mendukung emas.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLSH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1210.25, kemungkinan harga akan kembali ke level 1221.15 – 1230.95 – 1242.35. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1181.30, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1170.25 – 1158.90 – 1148.00.

  

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: CNN Money

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

October 13, 2018

Sekilas Forex: Melemah Pekan Kemarin, USD Butuh Berita Segar Untuk Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/10/2018 - Perdagangan forex dan emas pekan lalu (8-12 Oktober) diawali dengan nada positif dolar AS sebagai reaksi pasar terhadap pelemahan di pasar global, yang dipimpin oleh jatuhnya ekuitas China, dan data-data ekonomi AS…
October 07, 2018

Sekilas Forex: Data Non Farm Payroll Lemah, Apakah USD Ikutan Melemah Pekan Depan?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/10/2018 - Mengawali sesi perdagangan Oktober, dolar AS memberikan tekanan kepada sebagian rivalnya. Penguatan parsial dolar AS tersebut masih dimotori oleh euforia pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve pada…
September 29, 2018

Sekilas Forex: Suku Bunga AS Naik, dan Akan Naik 1 Kali Lagi Tahun 2018

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 29/09/2018 - Pekan terakhir September telah berlalu dan sepanjangnya pergerakan di bursa forex dan emas tetap diwarnai oleh beraneka berita terkait perang tarif impor AS-China, Brexit dan tingkat suku bunga AS. Dolar AS relatif…
September 22, 2018

Sekilas Forex: Perang Dagang dan Brexit Masih Menghantui Bursa Forex & Emas

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/09/2018 - Brexit dan perang dagang masih menjadi primadona berita pasar yang memikat hati para investor dan pedagang di bursa forex dan emas. Seperti di pekan sebelumnya, dolar AS memulai perdagangan pekan lalu (17-21…
September 15, 2018

Sekilas Forex: USD Masih Akan Fluktuatif Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/09/2018 - Mengawali perdagangan pekan lalu (10-14 September), dolar AS mendapatkan tekanan mendadak lagi dari pound sterling, yang juga memicu penguatan mata uang lain dan harga emas, karena pada hari Senin (10/9) tersiar kabar…