ForexSignal88.com l Jakarta, 01/04/2018 - Kuartal pertama 2018 telah berakhir dan ada sejumlah perubahan besar dalam pergerakan di pasar mata uang selama tiga bulan pertama tahun ini.

Yen Jepang dinobatkan menjadi performer terbaik, yang melonjak terhadap semua mata uang utama, nilainya naik lebih dari 5% versus dolar AS. Namun penguatan yen paling besar adalah terhadap dolar Australia dan dolar Kanada di mana terjadi pergerakan naik 7% terhadap kedua mata uang komoditas tersebut sehingga AUD/JPY dan CAD/JPY jatuh ke level terlemah mereka dalam lebih dari setahun.

Pergerakan turun di pasar keuangan dimulai pada bulan Januari yang kemudian berakselerasi pada bulan Februari ketika saham-saham AS memuncak kemudian mulai anjlok tajam.

Ada banyak cerita besar di kuartal pertama tetapi yang memiliki dampak terbesar pada mata uang adalah akhir dari sebuah bull market (trend naik) saham. Namun karena kemudian saham pun berguguran, para investor yang sebelumnya memarkir uang mereka dalam dolar AS mulai beralih membeli euro dan sterling karena ketidakpastian yang berasal dari kebijakan pemerintah AS.

Dolar Kanada dan Australia adalah yang terburuk di kuartal pertama. Loonie dilanda kekhawatiran NAFTA dan komentar dovish dari Bank of Canada (BoC) sementara dolar Australia jatuh dengan latar belakang aksi risk aversion (penghindaran risiko) dan meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China, meskipun segera mereda dan membuat pasar mulai meninggalkan aset-aset safe haven seperti yang terjadi pada yen dan harga emas menjelang akhir pekan lalu.

Dengan liburnya pasar di seluruh dunia pada hari Jumat dan sementara pasar AS dan Kanada dibuka kembali pada hari Senin, sedangkan pasar Eropa, Australia dan Selandia Baru akan kembali aktif dari liburan Paskah pada Selasa. Ini berarti bahwa jika tidak ada tweet yang mengejutkan dari Presiden AS Donald Trump, pasar akan relatif tenang di awal pekan depan.

Saham-saham AS yang rebound kuat pada hari Kamis gagal ditransformasikan menjadi kekuatan untuk beberapa mata uang utama. Sebagian besar ini berkaitan dengan aliran perdagangan dan lalu lintas dana para investor di akhir bulan sekaligus akhir kuartal.

Laporan ekonomi AS terakhir pun tampak beragam. Klaim pengangguran mingguan turun ke level terendah sejak 1973 dan data pendapatan pribadi dan pertumbuhan belanja di AS berhasil memenuhi harapan. Namun aktivitas manufaktur di wilayah Chicago melambat lebih dari yang diharapkan dan indeks sentimen konsumen dari Universitas Michigan direvisi lebih rendah.

Selanjutnya di pekan depan, data paling penting pada kalender data reguler adalah laporan nonfarm payrolls periode Maret dan pasar tampaknya masih akan fokus pada data pertumbuhan upah di AS. 

EURUSD

 FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.2352     H : 1.2476      L : 1.2284      C : 1.2318

PERGERAKAN SEPEKAN 26/03 – 30/03 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 192 PIP

Secara Fundamental, Timbul kekhawatiran pertumbuhan inflasi yang lemah dan perlambatan pinjaman perusahaan. Hal tersebut menimbulkan outlook yang pesimis terkait ekspansi ekonomi Zona Euro. Selain itu, salah satu anggota bank sentral Eropa (ECB), Erkki Liikanen juga menyampaikan pernyataan yang dovish terkait belum adanya tanda-tandan bahwa ECB akan melakukan pengetatan stimulus selama pertumbuhan inflasi belum mencapai target. Inflasi di Zona Euro tercatat baru tumbuh 1,1% pada bulan Februari. Masih jauh dari target yaitu 2%. Padahal sebelumnya Presiden Bundesbank, Jens Weidmann mengatakan, inflasi Zona Euro diprediksi akan tercapai seperti target ECB yaitu tahun 2020. Hal tersebut berpotensi menjadi momen yang tepat untuk normalisasi kebijakan moneter ECB, termasuk kenaikan suku bunga. Namun data menunjukan belum ada tanda-tanda pengetatan moneter seperti yang disebutkan.Data prelim CPI Jerman yang dirilis pesimis atau lebih rendah dari ekspektasi juga berpotensi melemahkan pasangan EURUSD. Ini karena Jerman merupakan salah satu negara ekonomi terbesar di Zona Euro. Kini investor masih menanti outlook kebijakan moneter dari ECB di tengah kondisi ekonomi dengan laju inflasi yang belum dapat tercapai.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. German Retail Sales                      Selasa 03/04/2018 Pk 13:00 WIB
  2. Spanish Unemployment Change            Selasa 03/04/2018 Pk 14:00 WIB           
  3. CPI Flash Estimate                         Rabu 04/04/2018 Pk 16:00 WIB
  4. Core CPI Flash Estimate               Rabu 04/04/2018 Pk 16:00 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.2393, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2449 – 1.2508 – 1.2561. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.2236, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.2178 – 1.2119 – 1.2062.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.4134     H : 1.4243      L : 1.4009      C : 1.4031

PERGERAKAN SEPEKAN 26/03 – 30/03 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 234 PIP

Secara Fundamental, Perkembangan dalam negosiasi Brexit dipandang sebagai faktor yang positif bagi Inggris, khususnya Poundsterling. Meningkatnya ekspektasi bahwa Bank Sentral Inggris (BoE) dapat menaikkan suku bunga dengan segera, telah membantu Pound untuk reli ke level tertinggi sejak Juni 2016. Dalam satu kuartal ini, Sterling sudah naik 4 persen terhadap Dolar AS, dan mencatat performa terbaiknya sejak pertengahan tahun 2015. Terhadap Euro, mata uang Inggris itu meningkat 1.4 persen, menuju kuartal terbaik sejak tahun Brexit. "Pound tampak akan mencetak bulan dan kuartal terbaiknya," kata Micahel Hewson, Kepala Analis CMC Markets yang dikutip oleh Reuters. Penguatan Pound memang sudah dibidik oleh para analis. Dari pengamatan historis dalam kurun waktu 14 tahun, Ahli strategi Bank of America Merrill Lynch Global Research memproyeksikan penguatan Poundsterling mendekati bulan April. "Musim April telah mendekat kembali ke Poundsterling. Mata uang tersebut akan cenderung reli, tak peduli apapun yang terjadi di sektor politik," kata Kamal Sharma, analis tersebut. Kamis 29/03, tutup kuartal para investor diwarnai dengan menyempitnya Gap data current account Inggris dan kenaikan investasi bisnis yang menjadi 0.3 persen di kuartal keempat. GDP Inggris kuartal empat tetap di angka 0.4 persen, sedangkan defisit neraca berjalan direvisi menurun tajam.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. Manufacturing PMI               Selasa 03/04/2018 15:30 WIB
  2. Construction PMI                 Rabu 04/04/2018 15:30 WIB
  3. Services PMI                         Kamis 05/04/2018 15:30 WIB
  4. BOE Gov Carney Speaks   Jumat 06/04/2018 22:15 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.4222, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.4294 – 1.4364 – 1.4433. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.3989, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.3909 – 1.3829 – 1.3749.

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7702     H : 0.7756      L : 0.7641      C : 0.7680

PERGERAKAN SEPEKAN 26/03 – 30/03 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 115 PIP

Secara Fundamental, minimnya aksi terhadap komoditas dan mundurnya Yield obligasi US Treasury berkontribusi pada penurunan Dolar Australia. Dari segi fundamental, meredanya kekhawatiran global akan perang dagang serta perkembangan geopolitik yang bagus dari Korea Utara, rupanya tetap tidak berhasil mendorong keyakinan investor untuk kembali memburu aset-aset berisiko seperti Dolar Australia. Dolar Australia telah membukukan performa yang buruk terhadap Dolar AS sejak akhir Januari. Pasar takut untuk membeli Dolar Australia karena data-data ekonomi yang mengecewakan, serta outlook suku bunga Bank Sentral Australia (RBA) yang dirasa tidak menarik karena kemungkinan naik tahun ini sangat kecil.

Sentimen penurunan mata uang yang kerap disebut Aussie Dollar tersebut makin menjadi karena merosotnya harga futures bijih besi dan berbagai aksi penghindaran risiko yang dilakukan pasar. Kendati sedang dalam kondisi bearish, Kit Juckes dari Societe Generale mengatakan bahwa membeli Dolar Australia di level saat ini masih merupakan langkah yang bagus. "Baik di Asia pada bulan Februari, maupun di Spanyol pekan lalu, saya masih mengekspektasikan Dolar Asutralia untuk reli (secara moderat). Namun, level di atas 0.77, masih akan menjadi uptrend jangka panjang. Penurunan sementara ini terjadi karena lemahnya harga komoditas dan turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga RBA pada tahun 2018," kata Kit Juckes, pakar forex dari Societe Generale kepada PoundsterlingLivekemarin. "Dari sini, saya rasa cukup bagus untuk buy dengan stop di 0.77," lanjut Juckes.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Cash Rate                            Selasa 03/04/2018 11:30 WIB
  2. RBA Rate Statement           Selasa 03/04/2018 11:30 WIB
  3. Retail Sales                          Rabu 04/04/2018 08:30 WIB
  4. Building Approvals              Rabu 04/04/2018 08:30 WIB
  5. Trade Balance                     Kamis 05/04/2018 08:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7731, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7768 – 0.7804 – 0.7840. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7637, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.7598 – 0.7559 – 0.7520.

 

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1349.95   H : 1356.65   L : 1321.05    C : 1325.05

PERGERAKAN SEPEKAN 26/03 – 30/03 :  NEGATIF

RANGE SEPEKAN : $35.60 atau 356 PIP

Secara Fundamental, Harga emas cenderung stabil, dua hari setelah mencapai penurunan terbesar di satu hari dalam hampir 9 bulan. Kondisi ini dipicu oeh meredanya ketegangan di Korea Utara dan perdagangan global.

Melansir halaman Reuters, harga emas di pasar spot hampir tidak berubah pada posisi USD  1.325,16 per ounce, usai mencapai posisi rendah USD 1.322,50 di sesi perdagngan Rabu 28/03, atau terendah sejak 21 Maret.

Bahkan, penurunan harga sebesar 1,5 persen pada hari Rabu tegah pekan kemarin, merupakan persentase terbesar satu hari sejak 3 Juli 2017.  Adapun emas berjangka AS untuk pengiriman April stabil di USD 1.324 per ounce.

"Harga emas menjadi premium karena adanya masalah dalam perdagangan dan issue Korea Utara. Kedua ketegangan ini terlihat menjadi sedikit mereda saat ini," kata Cameron Alexander, Analis Konsultan Logam GFMS milik Thomson Reuters.

Terkait ketegangan politik, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi dan bertemu dengan pejabat AS setelah pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping. Emas, sering dilihat sebagai investasi alternatif selama adanya ketidakpastian politik dan keuangan.

Di sisi lain, kekhawatiran tentang perang perdagangan global telah mereda meski ini dinilai tidak berarti sudah berakhir. Rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif impor terhadap barang-barang Cina dapat tidak dikenakan sampai awal Juni, kata pejabat pemerintah.

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1337.05, kemungkinan harga akan kembali ke level 1347.10 – 1357.55 – 1368.05. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1319.45, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1308.55 – 1297.25 – 1286.80.

 

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Stansberry Churchouse

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

December 15, 2018

Sekilas Forex: USD Menyerang Balik dan Bullish Terhadap Mata Uang Dunia

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/12/2018 - Dolar AS belum tertandingi walaupun sempat terpukul di pertengahan pekan lalu (10-14 Desember). Dinamika di bursa forex dan emas pada pekan lalu masih didominasi oleh kabar di seputar politik Inggris dan Eropa namun…
December 08, 2018

Sekilas Forex: NFP Bebani USD Menjelang Pengumuman Suku Bunga

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/12/2018 - Aset safe havens, selain dolar AS, merajai perdagangan forex dan emas di pekan lalu (3-7 Desember). Pelemahan dolar AS dimulai pada awal pekan lalu setelah muncul hasil negosiasi Presiden AS Donald Trump dan Presiden…
December 01, 2018

Sekilas Forex: Dari Perang Dagang Sampai Suku Bunga, Kemana USD Akan Bergerak Pada Pekan Depan?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 02/12/2018 - Pada pekan terakhir November (26-30 November), tidak seperti di dua pekan sebelumnya, kabar Brexit kurang menghiasi aktivitas di bursa forex dan emas walaupun pada awal pekan tersebut sempat muncul kabar berupa…
November 17, 2018

BREXIT ALERT: Ancaman BREXIT Membuat Investor Kabur dari POUND

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/11/2018 - Di Indonesia masyarakat mengenal istilah “tahun politik” untuk mendefinisikan suatu masa yang dipenuhi berbagai aksi dan berita berbau politis. Mengadopsi istilah serupa, tidak ada salahnya jika sesi perdagangan pekan…
November 24, 2018

Sekilas Forex: USD Menolak Turun. Pekan Depan USD Berpotensi Untuk Naik Kembali

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/11/2018 - Mengawali sesi perdagangan pekan lalu (19-23 November) dolar AS masih menunjukkan pelemahan setelah di pekan sebelumnya dua pejabat berpengaruh Federal Reserve mengisyaratkan potensi kemunduran pertumbuhan ekonomi…