ForexSignal88.com l Jakarta, 26/05/2017 – Penjelasan singkat mengenai apa itu kurs, pengertian kurs floating dan kurs tetap sudah kami jelaskan di artikel sebelumnya. Berikut bisa menjadi gambaran mana lebih baik bagi negara, kurs floating atau kurs tetap?

Sejarah Kurs Tetap

Jaman dahulu, antara 1870 dan 1914, ada pertukaran kurs global tetap. Mata uang dipatok dengan nilai emas. Ini artinya bahwa nilai mata uang lokal itu tetap pada nilai tukar yang ditetapkan untuk emas per satuan ons. Dikenal sebagai standar emas. Hal ini memungkinkan mobilitas modal tak terbatas serta stabilitas global dalam mata uang dan perdagangan. Namun, dengan dimulainya Perang Dunia I, standar emas ditinggalkan.

Di akhir Perang Dunia II, pada suatu konferensi di Bretton Woods, ada upaya untuk menghasilkan stabilitas ekonomi global dan meningkatkan perdagangan global, menetapkan aturan dasar yang mengatur pertukaran internasional. Dengan demikian, sistem moneter internasional, yang diwujudkan dalam International Monetary Fund (IMF), didirikan untuk mempromosikan perdagangan luar negeri dan untuk menjaga stabilitas moneter negara dan ekonomi global.

Disepakati bahwa mata uang akan memiliki kurs tetap, tapi hanya untuk dolar AS, yang ditetapkan terhadap emas di $35 per ons. Berarti bahwa nilai suatu mata uang secara langsung terkait dengan nilai dolar AS. Jadi, jika Anda akan membeli yen Jepang, nilai yen akan dinyatakan dalam dolar AS, yang nilainya akan ditentukan dalam nilai emas. Jika suatu negara harus menyesuaikan nilai mata uangnya, negara tersebut bisa mendekati IMF untuk menyesuaikan ketetapan nilai mata uangnya. Nilai kurs tetap itu dipertahankan sampai tahun 1971, ketika dolar AS tidak bisa lagi menampung nilai dari harga emas yang dipatok sebesar $35 per ons.

Penggunaan Kurs Tetap

Alasan untuk mematok mata uang ke nilai tetap terkait dengan stabilitas. Terutama di negara berkembang saat ini, mereka dapat memutuskan menggunakan mata uang tetap untuk menciptakan kestabilan investasi asing. Dengan mematok kurs (tetap), investor bisa mengetahui nilai investasinya dan mereka tidak perlu khawatir dengan fluktuasi harian. Mata uang yang dipatok juga dapat membantu menurunkan tingkat inflasi dan menghasilkan permintaan, yang berdampak pada bertambah keyakinan stabilitas mata uang.

Saat diterapkannya kurs tetap ternyata sering terjadi krisis keuangan yang parah, karena kurs tetap sulit untuk dipertahankan dalam jangka panjang. Hal ini terlihat pada krisis keuangan di Meksiko (1995), Asia (1997) dan Rusia (1997) . Upaya untuk mempertahankan nilai tinggi pada mata uang lokal yang dipatok mengakibatkan mata uang tersebut akhirnya menjadi overvalued. Ini berarti bahwa pemerintah tidak bisa lagi memenuhi tuntutan untuk mengkonversi mata uang lokal ke mata uang asing pada tingkat yang patokannya.

Dengan adanya spekulasi dan kepanikan, investor bergegas untuk mendapatkan uang mereka dan mengubahnya ke dalam mata uang asing sebelum mata uang lokal itu devalued terhadap nilai patokan tersebut; hingga cadangan devisa akhirnya habis.

Dalam kasus di Meksiko, pemerintah dipaksa untuk mendevaluasi peso sebesar 30%. Di Thailand, pemerintah akhirnya harus membiarkan mata uang mereka floating, dan pada akhir 1997, bhat Thailand kehilangan 50% nilainya karena permintaan pasar dan pasokan menyesuaikan nilai mata uang lokal. Indonesia? Paling terdampak.

Negara-negara dengan sistem kurs tetap sering dikaitkan dengan memiliki pasar modal yang tidak canggih dan lembaga otoritas yang lemah. Ketika suatu negara dipaksa untuk mendevaluasi mata uangnya, maka Negara itu harus melakukan reformasi ekonomi, seperti menerapkan transparansi yang lebih besar, dalam upaya memperkuat lembaga keuangan.

Beberapa pemerintahan lebih memilih “floating”. Beberapa lainnya memilih kurs tetap “crawling”, dimana pemerintah akan mengkaji kurs tetap secara berkala dan kemudian menyesuaikan tingkat patokannya. Biasanya, hal ini menyebabkan devaluasi, tetapi dikontrol untuk menghindari kepanikan pasar. Metode ini sering digunakan dalam transisi dari kurs tetap ke floating, dan memungkinkan pemerintah “save face” (“menyelamatkan diri”) dengan tidak dipaksa untuk mendevaluasi dalam krisis yang tak terkendali.

Sumber tulisan: ForexSignal88

Sumber gambar: Investopedia

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Kumpulan Artikel BELAJAR FOREX Lainnya

Nov 08, 2019 374

Trading Tools: Layanan Trading Alerts dari BDSwiss

Apa Peringatan Trading itu? Forexsignal88.Com - Peringatan trading dapat memberikan suatu…
Oct 28, 2019 275

BDSwiss Raih Penghargaan Eksekusi Trade Terbaik dari Global Forex Awards 2019

Forexsignal88.Com - BDSwiss mendapat kehormatan sebagai penerima penghargaan "Eksekusi…
Oct 25, 2019 172

Belajar Forex: Bagaimana Cara Kerja Trading CFD Kripto?

Forexsignal88.Com - Sejak booming secara spektakuler pada 2017, mata uang kripto telah…
Oct 21, 2019 416

Broker Forex Review: Semua Hal Yang Kamu Harus Ketahui Tentang BDSwiss

Tentang BDSwiss Forexsignal88.Com - Sejak didirikan pada tahun 2012, BDSwiss telah…
Oct 19, 2019 262

Broker Forex Review: Trading Dengan Broker Forex/CFD Peraih Penghargaan BDSwiss

Forexsignal88.Com - Dewasa ini, pasar finansial mengalami "ledakan" jalur investasi…
Oct 23, 2019 400

Broker Forex Review: 7 Keunggulan BDSwiss Sebagai Broker Terpercaya

Forexsignal88.Com - BDSwiss Markets Ltd adalah penyedia layanan keuangan online…
Oct 19, 2019 274

Pengaruh Peningkatan Spread Pada Trade Anda

Forexsignal88.Com - Trading saat peristiwa pasar penting seperti NFP? Peningkatan trade…
Aug 22, 2019 338

Millenials Mau Cepat KAYA? Coba Renungkan Tips Miliader Alibaba yang Satu Ini!

Forexsignal88.Com - Manusia terkaya di China, Jack Ma, memiliki rahasia sukses untuk para…
Aug 19, 2019 646

Anda Mau Kaya! Coba Tiru Pola Berpikir dan Berbinis Orang Terkaya No 1 di China

Forexsignal88.Com - Pimpinan tertinggi Alibaba Jack Ma sangat terkenal dengan…
Aug 09, 2019 441

Belajar Forex: Beberapa Poin Penting Terkait Trading Forex Online yang Perlu Anda Ketahui

Forexsignal88.Com - 1. Objek Perdagangan. Dalam hal ini, objek perdagangannya masih sama,…