ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – Harga emas naik tajam pada hari Rabu di tengah pelemahan dolar AS karena data yang menunjukkan kenaikan inflasi dan penurunan penjualan ritel memicu kekhawatiran timbulnya stagflasi di ekonomi terbesar di dunia karena para pelaku pasar kembali mempertanyakan kekuatan inflasi yang mendasari (underlying inflation) ekonomi tersebut.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari Rabu bahwa Consumer Price Index (CPI) naik 0,5% pada bulan lalu setelah naik 0,2% pada Desember, sementara pertumbuhan CPI pada basis tahunan tetap di 1,8% seperti di bulan Desember.

Sementara itu Departemen Perdagangan AS juga pada hari Rabu memaparkan bahwa penjualan ritel turun 0,3% pada bulan lalu, mengecewakan ekspektasi pasar untuk kenaikan 0,2%.

Meningkatnya inflasi yang bersamaan dengan penurunan penjualan ritel menunjukkan kemungkinan kelesuan dalam belanja konsumen sehingga menyebabkan beberapa pelaku pasar mengurangi ekspektasi bullish mereka untuk pertumbuhan ekonomi AS kuartal pertama serta membuat JPMorgan merevisi turun PDB kuartal pertama AS menjadi 2,5% dari 3%.

Laporan inflasi yang optimis tersebut terutama didorong oleh kenaikan harga pakaian dan obat-obatan namun para pelaku pasar tetap mempertanyakan apakah kedua komponen ini akan terus mencatatkan kenaikan kuat di bulan-bulan mendatang.

Duo laporan tersebut membuat spread atau jarak antara imbal hasil obligasi yang jangka panjang dan jangka pendek semakin sempit dan memaksa dolar AS mundur dari level tertingginya di sesi tersebut.

TD Securities mengatakan pergerakan bearish dolar AS kemarin terjadi karena pasar melihat inflasi yang lebih kuat datang bersamaan dengan laporan penjualan ritel yang lemah sehingga menimbulkan potensi stagflasi (stagnasi dan peningkatan inflasi di saat yang bersamaan).

Aset dalam mata uang AS seperti emas sensitif terhadap pergerakan dolar AS dengan penurunan mata uang tersebut membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang asing dan akhirnya meningkatkan permintaan untuk logam mulia.

Dalam perdagangan logam mulia lainnya, harga perak berjangka naik 1,86% menjadi $16,84 per troy ounce, sementara platinum berjangka naik 2,61% menjadi $1.001,26. Tembaga berjangka naik 2,17% menjadi $3,23.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: IWOOT

Share This

Berita Komoditas Lainnya

December 18, 2018

Harga Emas Naik karena Greenback Tertekan Menjelang Agenda Fed

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Harga emas terpantau bergerak naik sedikit pada hari Selasa siang menjelang pertemuan penting Federal Reserve karena spekulasi pasar bahwa tanda-tanda gejolak ekonomi dapat mendorong bank sentral tersebut untuk segera…
December 18, 2018

Harga Emas Positif, Pasar Tunggu FOMC

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Harga emas naik pada hari Senin seiring terjadinya penurunan indeks dolar AS, imbal hasil Treasury dan bursa saham AS serta komentar dari seorang manajer pengelola dana terkenal. Semua faktor itu mendorong harga emas…
December 17, 2018

Harga Emas Tak Bergairah Hingga Senin Siang

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Harga emas masih enggan bergerak hingga Senin siang setelah pada sesi penutupan pekan lalu merosot ke $1.232,70. Tekanan jual menghampiri perdagangan komoditas tersebut menjelang pertemuan Federal Reserve di pekan…
December 17, 2018

Harga Emas Meredup, Terbayangi oleh Kemilau Dolar AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Harga emas jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu pada hari Jumat (14/12) dan membukukan penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari sebulan karena dolar AS naik pada data ekonomi AS yang kuat menjelang…
December 14, 2018

Harga Emas Stabil Seiring Beralihnya Fokus Pasar ke Fed Meeting

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Harga emas relatif stabil pada Jumat siang meskipun dibayangi tekanan jual. Stabilitas ini didukung oleh ketidakpastian di sekitar prospek kebijakan Federal Reserve untuk tahun depan. Harga logam mulia ini berada di…