ForexSignal88.com l Jakarta, 10/01/2019 – Dolar AS tumbang pada hari Rabu ke level terendah sejak Oktober setelah Federal Reserve menyatakan dengan nada hati-hati tentang prospek kenaikan suku bunga di masa depan dan karena para investor mengurangi pembelian aset safe haven seiring berkembangnya optimisme tentang pembicaraan perdagangan AS-China.

Setelah awalnya tergelincir mengikuti data ekonomi Jerman dan Prancis yang buruk, euro pulih ke posisi tertinggi dalam sekitar tiga bulan. Franc Swiss naik juga, naik ke tingkat terkuat terhadap dolar AS sejak akhir September.

Mata uang tunggal zona euro menguat setelah beberapa pembuat kebijakan The Fed mengatakan pada bulan lalu mereka bisa “bersabar” tentang kenaikan suku bunga di masa depan. Beberapa pejabat bank itu juga tidak mendukung kenaikan suku bunga bank sentral di bulan itu, demikian menurut risalah rapat kebijakan 18-19 Desember.

Sementara itu berita bahwa China dan AS telah memperpanjang negosiasi perdagangan di Beijing untuk hari ketiga, di luar yang terjadwal sebelumnya, mendorong harga minyak dan sentimen yang lebih luas. Ekspektasi itu membantu saham Asia dan Eropa menguat.

Mazen Issa, ahli strategi senior FX, di TD Securities di New York, menjelaskan bahwa selama tidak terlihat situasi di mana ada “belokan negatif” seperti apa yang terlihat selama kuartal terakhir tahun lalu, pasar mungkin akan melihat perkembangan positif pada isu perdagangan bahkan jika pembicaraan kedua negara belum rampung hingga batas waktu 1 Maret.

Data CNBC pada akhir sesi Rabu menunjukkan indeks dolar AS, pengukur kinerja dolar AS terhadap enam mata uang utama, berakhir negatif 0,79 persen di 95,15 setelah terjatuh ke titik terendah dalam tiga bulan terakhir.

Euro berakhir naik 0,89 persen menjadi $1,1544, sedangkan pound sterling ditutup naik 0,58 persen versus dolar AS menjadi $1,2789.

Mata uang tunggal zona euro secara singkat sempat melepas keuntungannya setelah data perdagangan mengecewakan dari Jerman dan terlihat penurunan kepercayaan para konsumen di Prancis.

Sehari sebelumnya, data regional menunjukkan output industri Jerman turun untuk bulan ketiga berturut-turut, menumbuhkan kekhawatiran para investor tentang perlambatan di wilayah tersebut.

Terhadap yen, dolar AS ditutup turun 0,71 persen pada ¥107,95.

Mata uang terkait komoditas juga melonjak, didukung oleh pemulihan harga minyak dan ekspektasi optimismtis tentang pembicaraan perdagangan AS-China.

Dolar Australia, barometer sentimen pasar terhadap China, berakhir menghijau 0,43 persen di AS$0,7169. Aussie telah memantul dari posisi terendah dalam satu dekade di bawah $0,6800 yang disentuh pada awal bulan ini.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Investor Guide Pakistan

Share This

Berita Forex Lainnya

January 22, 2019

HOT ISSUES : Negeri Sakura Diprediksi Akan Mengalami RESESI FISKAL !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Jepang, negara Asia dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia, diprediksi bisa jatuh ke dalam resesi di tahun fiskal 2019. Negara yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada ekspor itu telah terpukul oleh…
January 22, 2019

Pergerakan Forex Stabil, GBP Masih Pimpin Pasar

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Dinamika bursa forex sejak kemarin hingga Selasa pagi tampak stabil. Tidak banyak perubahan besar yang tercatat dari pergerakan beberapa pasangan mata uang di sesi perdagangan Senin. Safe haven yen Jepang menguat…
January 21, 2019

China : Banyak Analis Memperkirakan China Mengalami Kontraksi PERTUMBUHAN EKONOMI TERLAMBAT 28 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/01/2019 – Sejumlah analis memprediksi, China akan melaporkan pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam 28 tahun terakhir di tengah pelemahan permintaan domestik dan kenaikan tarif ekspor ke Amerika Serikat (AS). Kondisi ini akan…
January 21, 2019

Tawaran Buying Spree China Bantu Greenback Berakhir di Zona Hijau

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/01/2019 – Greenback menguat terhadap para rivalnya pada hari Jumat (18/1), membukukan kenaikan mingguan pertama sejak pertengahan Desember, di tengah optimisme tentang pembicaraan China dan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri…
January 18, 2019

China : Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi China Diperkirakan Melambat Menjadi 6,3% pada 2019

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/01/2019 – Ekonomi China diprediksi akan terus melambat pada 2019. Melemahnya permintaan domestik dan perang dagang dengan Amerika Serikat yang menghantam performa ekspor jadi penyebabnya. Survei Reuters terhadap 85 ekonom dunia…