Banyak analis merujuk ke wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS), virus corona yang berasal dari China dan menewaskan hampir 800 orang secara global pada tahun 2002 dan 2003, untuk lebih memahami dampak jangka panjang ke ekonomi China yang mungkin terjadi. "Ekonomi pulih dengan cepat setelah SARS memudar," kata Larry Hu, analis Macquarie Capital dalam sebuah catatan kepada klien seperti dikutip Reuters.

Transportasi, restoran, dan penjualan ritel terpukul, tetapi Hu mengatakan, secara keseluruhan SARS tidak mengubah tren besar. Namun, kali ini, para analis mengatakan peningkatan ketergantungan China pada konsumsi untuk menggerakkan negara dengan ekonomi terbesar kedua dunia dibandingkan dengan awal tahun 2000-an, dapat merusak pertumbuhan ekonomi negeri tersebut.

“Di Tiongkok selama 2019, konsumsi menyumbang sekitar 3,5 poin persentase ke tingkat pertumbuhan PDB riil keseluruhan sebesar 6,1%. Jika pengeluaran untuk layanan tersebut turun 10%, pertumbuhan PDB secara keseluruhan akan turun sekitar 1,2 poin persentase,” kata analis dari S&P Global Ratings dalam sebuah catatan.

Tahun Baru Imlek yang biasa dilakukan untuk perjalanan, pariwisata, dan hiburan sudah terpengaruh. Secara keseluruhan perjalanan penumpang turun hampir 29% dari tahun sebelumnya pada hari pertama Tahun Baru Imlek di tahun ini, kata seorang pejabat Kementerian Transportasi China.

Dengan banyak bioskop ditutup, bioskop-bioskop China mendapat pemasukan 1,81 juta yuan (US$ 262.166,86) dari tiket film pada hari pertama Tahun Baru Imlek, turun lebih dari 99% dari hari sama tahun sebelumnya, menurut data dari perusahaan tiket film Tiongkok Maoyan.

Berita Forex Lainnya

April 08, 2020

Indeks US Dollar Terkoreksi Terkait Meningkatnya Selera Terhadap Asset Beresiko

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Dolar AS jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), sedangkan mata uang berisiko termasuk dolar Australia menguat, karena selera risiko meningkat dengan harapan bahwa penguncian…
April 08, 2020

Tidak Tanggung-tanggung! Paket Stimulus yang Digelontorkan Pemerintah Jepang Senilai Hampir 1 Triliun Dollar AS Gegara Pandemi Corona

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/04/2020 – PM Jepang Shinzo Abe luncurkan paket stimulus fiskal dengan skala setara 20 persen dari total GDP Jepang, guna memerangi dampak negatif virus Corona (COVID-19). Paket sebesar 108 triliun Yen (hampir 1 triliun USD)…
April 08, 2020

Suku Bunga Bank Sentral Australia Dirilis Tetap Pada Level Terendah Sepanjang Sejarah

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/04/2020 – Bank sentral Australia pertahankan suku bunga pada rekor terendahnya. Hal itu dikarenakan Bank sentral memperkirakan akan terjadi kontraksi ekonomi yang besar pada kuartal selanjutnya. Pada 19 Maret lalu Reserve Bank…
April 08, 2020

Ikuti Trend Global, Bank Sentral New Zealand Lakukan Buy Back Obligasi Pemerintah

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/04/2020 – Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) akan membeli surat utang pemerintah senilai NS$ 3 miliar atau setara US$ 1,79 miliar sebagai upaya meredam tekanan likuiditas di pasar pendanaan ketika terjadi pergolakan ekonomi…
April 07, 2020

Indeks US Dollar Masih Ditutup Positif Dalam Pergerakan 5 Hari Berturut-turut Sejak Pekan Kemarin

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena ketidakpastian akibat COVID-19 mendorong selera para investor untuk memburu mata uang tersebut. Indeks dolar, yang…