Pada pertemuan yang akan digelar pada pekan depan, The Fed kembali diharapkan akan memangkas tingkat suku bunga acuannya, namun ternyata hal itu belum cukup untuk Trump. Mengutip situs resmi CME Group yang merupakan pengelola bursa derivatif terkemuka di dunia, berdasarkan harga kontrak fed fund futures per 12 September 2019, probabilitas bahwa The Fed akan memangkas tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps pada pertemuan minggu depan berada di level 88,8%.

Untuk diketahui, ketika tingkat suku bunga acuan dipatok di level yang rendah, mata uang suatu negara memang akan cenderung berada di posisi yang lemah. Penyebabnya, tingkat suku bunga atas instrumen investasi yang ditawarkan akan berada di level yang rendah dan menjadi tidak menarik bagi pelaku pasar.

Namun begitu, lemahnya mata uang suatu negara akan menjadi berkah jika berbicara mengenai ekspor. Pasalnya, harga produk ekspor akan menjadi murah dan bisa meningkatkan permintaan. Lebih lanjut, tingkat suku bunga acuan yang rendah akan mendorong imbal hasil (yield) obligasi pemerintah di pasar sekunder turun. Implikasinya, biaya yang harus ditanggung pemerintah kala menerbitkan surat utang baru juga akan turun.

Saat ini, indeks dolar AS yang mengukur kinerja dolar AS terhadap mata uang utama dunia lainnya berada di kisaran tertingginya sejak awal 2018. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di level 1,72%.

Sebagai perbandingan, yield obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun berada di level -0,55%. Dolar AS yang perkasa, yang pada akhirnya menekan ekspor, serta yield obligasi pemerintah yang relatif tinggi menjadi faktor yang membuat Trump acap kali murka terhadap The Fed. Satu fakta unik, Jerome Powell yang belakangan sering sekali dijadikan "samsak" oleh Trump, sejatinya dinominasikan sendiri oleh Trump untuk menjadi gubernur The Fed.

Share This

Berita Forex Lainnya

January 27, 2020

Hadapi Virus Corona Obligasi Global Diborong Investor

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 27/01/2020 – Suku bunga utama bergerak ke tingkat yang terakhir terlihat pada musim gugur, ketika pasar khawatir tentang perang perdagangan, dan bahwa penurunan hasil mungkin menjadi sinyal peringatan. Investor telah membeli…
January 24, 2020

Indeks US Dollar Berhasil Pulih Menekan Beberapa Rivalnya

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Mengakhiri perdagangan sesi Amerika Kamis (23/01/2020), dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama di tengah berlanjutnya optimisme tentang pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia. Keputusan Bank Sentral Eropa yang…
January 24, 2020

Ketakutan Akan Virus Corona Turut Menekan Harga Minyak Hingga 2%

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Harga minyak turun 2% pada hari Kamis di tengah kekhawatiran bahwa penyebaran virus dari China dapat menurunkan permintaan bahan bakar jika menghambat pertumbuhan ekonomi, tetapi kerugian dibatasi oleh penarikan persediaan minyak mentah…
January 24, 2020

Australia: Rilis Data Employment Change di Atas Ekspektasi Menaikkan Aussie Dollar

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/01/2020 – Kamis (23/Januari), Departemen Statistik Australia mempublikasikan data Employment Change yang bertambah sebanyak 28.9k pada bulan Desember, melewati ekspektasi kenaikan 10k dari jajak pendapat Reuters. Namun,…
January 24, 2020

Hadapi Virus Corona, Posisi Yen Jepang Kian Kokoh, Kenapa Begitu?!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/01/2020 – Virus corona merupakan keluarga besar virus yang biasanya menginfeksi hewan, namun lambat laun dapat berevolusi dan menyebar ke manusia. Gejala pertama yang akan terlihat pada manusia yang terinfeksi virus tersebut…