ForexSignal88.com l Jakarta, 07/01/2019 –  Pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China akan mendominasi fokus pasar pada pekan ini. Sementara itu, investor juga mengamati apakah perusahaan lain akan bergabung dengan Apple dan mengeluarkan peringatan tentang proyeksi penurunan pendapatannya.

Gubernur bank sentral AS Federal Reserve, Jerome Powell, yang membuat saham naik tajam pada hari Jumat (4/1/2019), akan berbicara lagi pada Kamis mendatang dalam makan siang Economics Club Washington D.C.

Ia diharapkan memberikan pesan dovish yang sama tentang fleksibilitas pada kebijakan moneternya dan kesabaran dalam kenaikan suku bunga.

Apple menyalahkan penurunan pendapatannya karena lesunya penjualan iPhone di China di November. Pukulan itu dilihat sebagai tanda bahwa tidak hanya ketegangan perdagangan yang menghantam ekonomi China, tetapi ekonomi dan perusahaan-perusahaan AS dapat juga ikut terpukul.

Komentar Apple itu muncul sehari sebelum pengumuman melemahnya data manufaktur ISM yang juga dikarenakan perseteruan perdagangan.

"Apa yang dibutuhkan pasar di minggu depan dan minggu berikutnya adalah panduan positif dari perusahaan. Apa yang dikatakan perusahaan kepada kita? Apa yang pelanggan katakan pada kita?" kata Quincy Krosby, kepala strategi pasar di Prudential Financial.

"Jika kita bisa beralih dari pendapatan yang melonjak tajam ke pendapatan yang lebih moderat, pasar akan menerima itu, tetapi jika panduannya lemah dan perusahaan menurunkan pertumbuhan pendapatan, itu akan memengaruhi pasar," tambahnya.

S&P 500 melonjak lebih dari 3,3% pada hari Jumat menjadi 2.531, dan naik 1,7% untuk minggu lalu. S&P naik lebih dari 7,5% dari penutupan terendahnya pada 24 Desember.

China dan AS akan mengadakan pembicaraan perdagangan tingkat wakil menteri di Beijing pada hari Senin dan Selasa, dan diperkirakan akan mengadakan putaran pertemuan berikutnya pada minggu berikutnya.

"China akan benar-benar menjadi sesuatu yang besar," kata Julian Emanuel, kepala strategi ekuitas dan derivatif di BTIG. China memangkas giro wajib minimum (GWM) hari Jumat untuk mendorong lebih banyak pinjaman bank, langkah kebijakan terbaru yang bertujuan mengakhiri perlambatan yang tengah dialami negara dengan perekonomian terbesar kedua dunia itu.

Ekonom memperkirakan pertumbuhan AS sedikit melambat, ke kisaran 2%-2,5% di paruh pertama tahun ini, tetapi pasar telah bereaksi terhadap prospek ekonomi yang bahkan lebih lambat. Data ISM untuk Desember sangat mengecewakan karena terjadi penurunan tajam dalam pesanan baru.

Pasar juga akan tetap sangat fokus pada data setelah survei ISM yang lemah diikuti oleh laporan penambahan lapangan kerja di Desember yang sangat kuat dengan penambahan payroll nonpertanian sebanyak 312.000. Laporan ketenagakerjaan menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat, dengan pertumbuhan upah 0,4% dan peningkatan partisipasi oleh lebih dari 400.000 pekerja.

"Apa yang dibutuhkan pasar ini adalah rilis data yang kuat, rilis data kuat yang meyakinkan," kata Krosby. "Itu adalah masukan bagi data positif di pasar yang telah mengkhawatirkan ekonomi yang berpotensi stagnan."

Rilis data pada pekan ini termasuk angka ISM Jasa pada hari ini dan data perdagangan internasional, keluar Selasa pagi, tetapi data yang ditunggu pasar adalah laporan inflasi harga konsumen hari Jumat.

Selama kemunculannya pada Jumat pekan lalu, Powell mengindikasikan bahwa inflasi bukan masalah bagi The Fed, dan ekonomi masih dalam kondisi yang baik meskipun ada kekhawatiran. Dia juga mengatakan Fed memperhatikan pasar, yang mencerminkan proyeksi yang lebih lemah daripada apa yang disampaikan data-data ekonomi.

Powell juga mengindikasikan bahwa The Fed dapat "bersabar" dan akan fleksibel, juga bersedia untuk mengubah kebijakan jika melihat kondisi berubah. Pernyataan itu menghibur pasar dan membuat indeks-indeks utama Wall Street melesat lebih tinggi.

Sumber : Forexsignal88.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

March 21, 2019

Inggris : Theresia May Minta Uni Eropa Untuk Perpanjangan Tenggat Waktu Brexit

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/03/2019 – Perdana Menteri Inggris Theresa May meminta penundaan waktu dari para pemimpin Eropa untuk melepaskan diri dari Uni Eropa. Namun, penundaan waktu Brexit yang diminta May diklaim tidak akan makan waktu lama. Dilansir…
March 21, 2019

Dolar Terpukul oleh Dovish Fed, Pound Tetap Lemah

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/03/2019 – Dolar AS turun tajam terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Rabu, setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga AS stabil dan para pembuat kebijakannya menurunkan proyeksi untuk kenaikan suku bunga lebih…
March 20, 2019

Anda Mau Tahu Fundamental yang 'PALING HOT' dan Ditunggu Oleh Para Pelaku Pasar di Pekan Ini ? Berikut Ulasannya !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/03/2019 – Fokus pelaku pasar tertuju pada rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) AS di pekan ini. Namun, sentimen dari The Fed juga tidak bagus bagi dolar AS setelah isu merebak di pasar jika Bank Sentral paling…
March 20, 2019

Dolar AS Tertekan Ringan Saat The Fed Memulai Rapat Kebijakan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/03/2019 – Dolar AS berakhir lebih rendah pada hari Selasa saat Federal Reserve memulai rapat selama dua pada hari itu, dengan banyak pengamat, investor, dan pedagang yang memperkirakan bank sentral itu akan menyampaikan…
March 19, 2019

FOMC Meeting Ditunggu, Perdagangan Forex Mendatar Hingga Selasa Pagi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/03/2019 – Dolar AS sedikit berubah terhadap sejumlah mata uang pada hari Senin, di dekat level terendah dua minggu, karena kehati-hatian pasar tentang ekonomi AS dan ekspektasi untuk Federal Reserve yang akomodatif membuat…