ForexSignal88.com l Jakarta, 12/01/2018 – Dolar AS terdesak di sesi perdagangan Kamis setelah nada hawkish ECB menimbulkan rally intraday mata uang tunggal zona Eropa. Euro melonjak terhadap dolar AS pada hari Kamis setelah ECB mengatakan dapat meninjau kembali sikap komunalnya pada awal 2018, meningkatkan harapan bahwa pembuat kebijakan sedang mempersiapkan diri untuk mengurangi program stimulus moneter mereka yang masif.

Data CNBC menunjukkan DXY atau Indeks Dolar AS terjungkal 0,48% dari 92,50 menjadi 91,78 dan berakhir negatif di 91,98.

Data inflasi produsen yang buruk membuat greenback semakin ke level terendah untuk tahun ini dan semakin mendekat ke level kritis terhadap euro. PPI AS mengecewakan pasar dengan angka di bulan Desember turun -0,1%.

Kini semua mata tertuju pada CPI dan data penjualan eceran yang akan dirilis nanti malam. CPI diperkirakan turun dari 0,4% ke 0,1%. Data penjualan eceran diprediksi turun dari 0,8% ke 0,3% sementara penjualan ritel inti diperkirakan turun dari 1,0% ke 0,3%.

Pergerakan EUR/USD kemarin juga mendapat dorongan tambahan dari dinamika pada EUR/JPY yang jatuh tajam hingga ¥134,47.

Sementara itu, di balik kelemahan dolar dan isu di seputar kemungkinan referendum Brexit lain, GBP/USD menarik dirinya naik dari posisi terendah sesi kemarin di $1,3458 ke $1,3555 dan berakhir menghijau 0,23% di $1,3538.

USD/JPY tidak banyak bergerak meskipun kembali turun karena pasar tidak lagi mengubris retorika BOJ atas JGB. Namun dengan dolar AS yang lemah pair tersebut gagal menembus ¥112,00 kemudian berbalik turun ke ¥111,03, terendah sejak akhir November.

Di hari yang sama indeks CRB melompat ke level tertinggi 1 ½ tahun dan AUD/ USD mampu menjaga tren naik dengan mata uang Australia mencapai level tertinggi sejak bulan Oktober, di $0,7893.

NZD/USD pun terus menguat dan pada Jumat pagi kembali bergerak ke atas dengan level tertinggi sementara hari ini di $0,7272, level tertinggi sejak 26 September.

Sedangkan untuk dolar Kanada sedikit pulih setelah di sesi Rabu mengalami tekanan kuat karena sentimen terhadap kenaikan suku bunga Bank of Canada pada 17 Januari berkurang dan juga didera oleh makin kencangnya kabar bahwa AS akan keluar dari NAFTA. USD/CAD berakhir negatif 0,22% di C$1,2516.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, FXStreet, Forex Factory, Reuters

Sumber gambar: The Week

Share This

Berita Forex Lainnya

June 08, 2018

Dolar AS Berada Di Level Terendah 3 Pekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 08/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin meneruskan…
June 07, 2018

Komentar Optimistis Ekonom ECB Menjadi Beban Bagi Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 07/06/2018 – Beban dolar AS pada sesi perdagangan kemarin datang dari euro di mana mata uang tunggal 19 negara Eropa tersebut tetap mendekati level tertinggi dua minggu terhadap banyak saingannya pada awal hari Kamis ini, pada…
June 06, 2018

Dolar AS Alami Saat-saat Tertekannya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 06/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin melemah…
June 05, 2018

Greenback Mulai Menyerang Kembali

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 05/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih ingin menunjukkan…
June 04, 2018

Dominasi Dolar AS Hanyut Oleh Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/06/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS sepertinya masih harus mengalami…