ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2017 – Dolar AS turun setelah Federal Reserve menaikkan suku bunganya, sesuai perkiraan hampir seluruh pelaku pasar, namun bank sentral ini enggan mengubah prospek suku bunga untuk tahun-tahun ke depan.

Para pejabat The Fed, dalam perkiraan terakhir mereka, mengakui bahwa ekonomi AS telah meningkat pada tahun 2017 dengan meningkatkan perkiraan pertumbuhan ekonomi mereka dan menurunkan tingkat pengangguran untuk tahun-tahun mendatang.

The Fed memproyeksikan tiga kenaikan lagi di masing-masing 2018 dan 2019 sebelum tingkat suku bunga jangka panjang sebesar 2,8 persen tercapai yang berarti tidak berubah dari perkiraan terakhir pada bulan September.

Erik Nelson, ahli strategi mata uang di Wells Fargo di New York, mengatakan bahwa penurunan dolar AS sangat menarik dan penting dalam arti bahwa satu-satunya hal yang ia lihat dalam pertemuan ini adalah dua perbedaan pendapat dan mungkin hanya satu suara berbeda yang diharapkan pasar.

Presiden Fed Chicago Charles Evans dan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari  menentang keputusan kenaikan suku bunga, demikian menurut pernyataan kebijakan The Fed pada hari Rabu waktu AS atau Kamis dini hari tadi waktu Indonesia.

Menurut Nelson, dilihat pernyataan dan proyeksi para pejabat The Fed, mereka tampak tidak berubah atau beralih ke arah yang sedikit lebih hawkish. Jadi menurut Nelson, pasar mungkin mengharapkan sesuatu yang lebih hawkish.

Indeks Dolar AS turun ke 93,59, level terendah sejak 7 Desember, sebelum naik kembali ke 93,68, atau turun 0,44 persen pada sesi tersebut.

Sebelumnya greenback sudah mengalami pelemahan setelah data harga konsumen inti menunjukkan perlambatan inflasi, meningkatkan kekhawatiran The Fed akan kurang mampu melakukan beberapa kenaikan suku bunga pada tahun depan.

Tidak termasuk komponen makanan dan energi yang volatile, harga konsumen naik 0,1 persen di bulan November, dengan kenaikan CPI inti tahunan melambat menjadi 1,7 persen di bulan November dari 1,8 persen di bulan Oktober.

"Fokusnya adalah pada ukuran inti inflasi, yang masuk lebih lemah dari perkiraan pasar," kata Vassili Serebriakov, ahli strategi valuta asing di Credit Agricole di New York.

Ia menambahkan, "Ini juga mendukung pandangan kami bahwa Fed akan cukup bertahap tahun depan."

Sumber berita: ForexSignal88, Kitco, Reuters

Sumber gambar: Investing

Share This

Berita Forex Lainnya

January 17, 2018

Berhasil Menghalau Tekanan di Asia, Dolar AS Berusaha Jaga Stabilitas di Pasar Eropa

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Dolar AS berhasil memukul mundur tekanan dari para rival utamanya pagi tadi. Sore ini menjelang rilis data penggunaan kapasitas dan industri AS, greenback tampak berusaha terus menguat karena rally euro mulai…
January 17, 2018

Yen dan Dolar Australia Hadapi Tekanan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback memberikan tekanan dari mata uang utama Asia khususnya kepada yen, dengan posisi investor yang khawatir bank…
January 17, 2018

Kenapa Dolar AS Harus Melemah Terus?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Mulai 2018 ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami pelemahan yang terus berkelanjutan, akan tetapi mata uang AS ini akan melemah lebih besar jika bukan karena statusnya sebagai mata uang cadangan bank…
January 17, 2018

Kecemasan Para Pembuat Kebijakan Moneter Bikin Dolar Selandia Baru Dibayangi Tekanan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Meskipun di Rabu pagi ini dolar Selandia Baru sedikit menguat terhadap dolar AS, mata uang yang juga disebut kiwi tersebut tetap dibayangi tekanan karena para pembuat kebijakan Jepang dan Eropa semakin khawatir…
January 17, 2018

Dolar AS Masih Berjuang Menahan Tekanan di Rabu Pagi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Dolar AS masih berada di posisi defensif, melemah tipis terhadap yen di Asia pada hari Rabu ini dan semakin melemah terhadap euro setelah ada komentar dari bankir utama Eropa yang cenderung hawkish. USD/JPY…