ForexSignal88.com l Jakarta, 08/12/2017 – Dolar Kanada turun terhadap mata uang AS pada hari Kamis, menambah kerugian dari sesi sebelumnya ketika Bank of Canada (BoC) mempertahankan tingkat suku bunga yang stabil dan gagal memicu ekspektasi kenaikan suku bunga pada awal tahun depan.

Saat itu bank sentral Kanada mengeluarkan nada yang lebih dovish daripada yang diperkirakan para investor setelah data pekerjaan yang kuat di pekan lalu.

Brad Schruder, direktur penjualan dan manajemen perusahaan di BMO Capital Markets, berpendapat bahwa antara sekarang dan akhir tahun, pasar mungkin akan melihat dolar Kanada turun dari 2 sen menjadi 2,5 sen terhadap dolar AS.

Kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Januari turun menjadi kurang dari 30 persen dari 41 persen sebelum keputusan BoC pada hari Kamis, demikian yang ditunjukkan oleh indeks overnight swap.

BoC menaikkan suku bunga pada bulan Juli untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun, dan kemudian menaikkannya lagi di bulan September. Suku bunga acuannya saat ini adalah 1 persen.

Data MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division menunjukkan pada sesi Kamis pasangan USD/CAD naik (pelemahan dolar Kanada) ke C$1,2866 dan ditutup positif di C$1,2851 atau naik 1,27 persen dibandingkan dengan penutupan sesi sebelumnya.

Sementara itu harga minyak mentah AS yang naik gagal membantu dolar Kanada. Harga minyak mentah AS berakhir naik 1,2 persen lebih tinggi pada $56,60 per barel karena terancam oleh aksi pemogokan masal di Nigeria.

Sementara itu nilai izin mendirikan bangunan Kanada meningkat 3,5 persen pada bulan Oktober dari bulan September, lebih banyak dari yang diperkirakan ekonom, meskipun data tersebut juga gagal menguatkan loonie.

Namun, dolar Kanada kemungkinan akan menguat selama tahun depan, demikian sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters, dengan asumsi bahwa ketidakpastian mengenai perdagangan dan ekonomi yang menguat mendorong inflasi dan selanjutnya akan memotivasi BoC untuk melanjutkan siklus kenaikan suku bunganya.

Sumber berita: ForexSignal88, The Globe and Mail

Sumber gambar: RBC Royal Bank

Share This

Berita Forex Lainnya

December 11, 2018

Bank Dunia : Banyak Tantangan yang Dihadapi Negara-negara di Kawasan Asia Timur

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2018 – Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa negara di Kawasan Asia Timur menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang baik. Ini bisa dilihat dari pertumbuhan domestik bruto (PDB) yang meningkat sejak tahun 2000 dan beberapa…
December 11, 2018

BREXIT : May Menunda Voting Parlemen Mengakibatkan GBPUSD Sentuh Harga Terendah 2018

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2018 – Perdana Menteri Inggris Theresa Mei mengumumkan pada Senin kemarin bahwa ia akan menunda pemungutan suara pada perjanjian penarikan yang dinegosiasikannya dengan Uni Eropa, daripada menghadapi kerugian yang…
December 11, 2018

Dolar AS Nikmati Kisruh Politik Inggris

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2018 – Dolar AS menguat terhadap para rivalnya pada hari Senin, dibantu oleh penurunan tajam dan drastis yang dialami pound sterling. Mata uang Inggris tersebut anjlok posisi terendah 21-bulan setelah Perdana Menteri Inggris…
December 10, 2018

Tangkal Berita HOAKS jelang pemilu, Uni Eropa Kucurkan Dana US$ 2,1 Juta

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Komisi Uni Eropa menginginkan Facebook, Twitter dan Google untuk melaporkan secara teratur terkait berita palsu atau hoax maupun disinformasi berita dalam masa kampanye jelang Pemilihan Eropa pada bulan Mei 2019.…
December 10, 2018

NFP Mengecewakan, Greenback Tertekan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/12/2018 – Dolar AS membuka perdagangan pekan ini dengan sebuah penguatan setelah ada kabar geopolitik Jerman dan Inggris yang negatif bagi euro dan pound sterling namun positif bagi yen Jepang. Sebelumnya, pada sesi perdagangan…