ForexSignal88.com l Jakarta, 21/11/2017 – Sejak Selasa pagi hingga kini menjelang malam pergerakan harga di bursa forex masih terlihat sideways dengan dolar AS masih berusaha untuk mempertahankan hasil positif yang diraih kemarin.

Dolar AS hanya sedikit menjauh dari titik tertinggi satu minggu terhadap beberapa mata uang utama lainnya, sementara euro bergerak bolak-balik di tengah kekhawatiran yang sedang berlangsung mengenai politik Jerman.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, turun tipis 0,10% menjadi 93,91, tidak jauh dari level tertinggi kemarin di 94,02, tingkat tertinggi sejak 14 November.

Euro sempat naik tipis, dengan EUR/USD naik 0,15% menjadi 1,1758, naik sedikit dari level terendah satu minggu di 1,1721 yang disentuh pada hari Senin setelah perundingan pemerintah koalisi Jerman menemui jalan buntu.

Namun euro masih berusaha bertahan setelah Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa dia tidak dapat membentuk pemerintah koalisi dan akan memilih opsi digelarnya pemilihan baru untuk memerintah dengan minoritas. Akan tetapi Presiden Jerman menegaskan bahwa partai politik berhutang kepada para pemilihnya untuk mencoba membentuk sebuah pemerintahan.

Prospek ketidakpastian politik yang berkepanjangan di ekonomi terbesar kawasan euro tersebut membuat para investor khawatir dan merupakan episode terakhir kekacauan politik yang melanda kawasan ini.

Euro stabil terhadap yen, dengan EUR/JPY di 132,20 setelah jatuh serendah 131,16 pada hari Senin, terendah sejak 15 September.

Terhadap pound, euro juga mantap dengan EUR/GBP bertahan di 0,8866.

Dolar AS agak tertekan oleh yen, dengan USD/JPY turun 0,09% menjadi 112,51, bertahan di atas level terendah Senin di 111,87, yang merupakan yang terendah sejak pertengahan Oktober.

Volume perdagangan tetap relatif tipis menjelang liburan Thanksgiving AS pada hari Kamis, yang juga merupakan hari libur nasional di Jepang.

Selanjutnya para investor dan trader akan menunggu kata-kata dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen yang dijadwalkan berpidato pada hari ini, sementara risalah rapat Fed bulan November dijadwalkan akan dirilis pada hari Rabu waktu AS.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: Wiki.iteach.ru

Share This

Berita Forex Lainnya

December 18, 2017

Partai Republik Yakin Tagihan Pajak Baru Menjadi Undang-undang di Pekan ini

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2017 – Para anggota Partai Republik AS tadi pagi menyatakan bahwa mereka memperkirakan Kongres akan melewati revisi terhadap kode pajak di pekan ini dimana Selasa ini mereka akan meloloskan RUU pajak untuk segera Presiden…
December 18, 2017

The Independent: Lebih dari Setengah dari Rakyat UK Kini Ingin Tetap Bersama Uni Eropa

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2017 – Pada hari Jumat para pemimpin negara-negara Uni Eropa telah menyepakati bahwa negosiasi Brexit dapat dilanjutkan ke putaran berikutnya di mana diperkirakan akan menjadi perundingan yang lebih alot dan semakin…
December 18, 2017

TD Securities: Pada Tahun 2018 Dolar Kanada Bisa Jatuh 20%

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2017 – Menurut ahli strategi forex di TD Securities, dolar Kanada bisa jatuh dua digit (20%) jika perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) memburuk di tahun baru. Menurut para analis dari bank asal…
December 18, 2017

UniCredit: Dolar Australia Berpotensi Menguat Versus Pound Sterling dan Dolar AS di Tahun 2018

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2017 – Analisis valuasi dolar Australia yang dilakukan oleh penyedia jasa keuangan global UniCredit menegaskan bahwa mata uang tersebut diperdagangkan jauh di atas nilai wajar yaitu tingkat yang diharapkan dapat didasarkan…
December 18, 2017

Performa Pound Sterling di Tahun 2018 Menurut Para Analis (Bagian 1)

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2017 – Sekitar dua minggu lagi tahun 2017 akan berakhir. Belakangan ini kita melihat volatilitas pound sterling meningkat. Penyebabnya tak lain adalah negosiasi Brexit yang akhirnya siap memasuki tahap kedua yang menurut…