ForexSignal88.com l Jakarta, 01/11/2017 – Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk ketua Federal Reserve berikutnya cenderung mempengaruhi pasar obligasi, forex dan emas, karena beberapa kandidat utama dianggap lebih hawkish atau dovish daripada yang lain dalam hal kebijakan moneter.

Trump diperkirakan akan memilih ketua The Fed pada hari Kamis, dan pasar PredictIt pada Selasa malam menunjukkan Gubernur Federal Reserve saat ini yaitu Jerome "Jay" Powell menjadi kandidat utama, diikuti oleh ekonom Stanford John Taylor. Menurut PredictIt peluang ketua The Fed saat ini yaitu Janet Yellen untuk mempertahankan jabatannya semakin merosot.

Powell terlihat cenderung menerapkan kebijakan yang sama seperti dengan Yellen, demikian pendapat Chad Morganlander, manajer portofolio di Washington Crossing Advisors.

"Harapannya adalah bahwa dia akan serupa dengan Janet Yellen, karena bergantung pada stabilitas ekonomi dan keuangan. Harapannya adalah dia akan menaikkan suku bunga secara bertahap, dan sekaligus mengurangi neraca," kata Morganlander kepada CNBC.

"Dia lebih merupakan sosok deregulasi daripada, misalnya Janet Yellen," katanya.

"Tapi bagaimanapun, kami yakin sistem keuangan akan merasa lega jika Powell ditunjuk sebagai ketua," jelas Morganlander.

John Taylor, seorang akademisi yang menciptakan "Taylor rule", sebuah model yang menyarankan sebuah panduan mengenai bagaimana suku bunga acuan The Fed harus berubah sesuai dengan kondisi ekonomi yang mendasarinya, dipandang sebagai kandidat yang lebih hawkish.

"Dengan John Taylor, kami percaya bahwa akan lebih dari sekadar sikap hawkish mengenai pengelolaan neraca di Fed. Dengan $4,5 triliun, harapannya adalah bahwa akan ada pengurangan pada tahun 2018 sampai 2019. John Taylor dapat dianggap sebagai orang yang akan mengurangi neraca dengan kecepatan yang akan jauh lebih cepat," ujar Morganlander.

Terlepas dari siapa yang terpilih, Morganlander memperkirakan tidak ada kenaikan cepat suku bunga di tahun 2018.

"Meskipun demikian, kami yakin ketika menyangkut siapa yang ditunjuk, ujung kurva imbal hasil yang panjang bisa merespons dengan sangat berbeda," katanya.

"Misalnya, jika Taylor masuk, kita benar-benar bisa melihat kurva imbal hasil yang tajam pada awalnya, diikuti potensi pergerakan mendatar. Volatilitas itu akan tercipta karena ketidakpastian kenaikan suku bunga, dan juga pengurangan neraca, terhadap sistem keuangan secara keseluruhan," katanya.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC

Sumber gambar: Daily Sabah

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

July 20, 2018

Komentar Trump Lemahkan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/07/2018 – Dolar AS jatuh dari puncak tertinggi satu tahun pada hari Kamis setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan keprihatinannya tentang mata uang AS yang kuat, yang menurutnya telah menempatkan AS pada posisi yang kurang…
July 19, 2018

Dolar AS Masih Kokoh Bertahan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/07/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya berupaya meraih lagi sisi penguatannya pasca testimoni Jerome Powell dan…
July 18, 2018

Powell Bantu Dolar AS Libas Rivalnya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/07/2018 – Dolar AS menguat pada hari Selasa karena Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan penilaian optimis pada ekonomi AS sekaligus mengecilkan dampak dari kebijakan perdagangan global saat ini terhadap prospek…
July 17, 2018

Dominasi Dolar AS Mulai Muncul Kembali

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/07/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan ingin meraih lagi sisi penguatannya jelang Jerome Powell berbicara nanti malam.…
July 13, 2018

Dolar AS Terus Desak Mata Uang Utama

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/07/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan dan ingin melanjutkan sisi penguatannya lagi. Seperti kita ketahui bahwa di…