ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Dolar AS melemah terhadap rivalnya pada sesi perdagangan Selasa (13/11), di tengah lonjakan pound sterling setelah Uni Eropa (UE) dan Inggris menyepakati teks rancangan perjanjian penarikan diri Inggris dari blok UE (Brexit).

Meskipun demikian keraguan tetap terlihat di pasar tentang apakah parlemen Inggris juga akan mendukung draft kesepakatan itu.

Perdana Menteri Theresa May akan menyajikan teks rancangan perjanjian Brexit kepada menteri seniornya pada hari Rabu ini setelah Inggris dan UE mencapai konsensus tentang kesepakatan Brexit.

Namun kesepakatan perpisahan Inggris dan UE secara luas diperkirakan bakal menghadapi serangan oposisi di parlemen Inggris.

"Masalahnya berada di parlemen, dan semua yang kita tahu tentang pandangan orang yang berbeda di seluruh spektrum politik adalah kesepakatan semacam ini tidak akan bisa dilalui (diraih)," kata pemimpin Demokrat Liberal Vince Cable kepada BBC pada hari Selasa.

Data MetaTrader yang digunakan tim analis pasar keuangan ForexSignal88.com mencatat GBPUSD menutup sesi Selasa di $1,2969, lebih tinggi 0,93% dari penutupan sesi Senin, ​​sementara EURUSD menutup sesi kemarin di $1,1291, lebih tinggi 0,65% dari penutupan sesi sebelumnya.

Dolar AS baru-baru ini naik ke titik tertinggi dalam rentang lebih dari 16 bulan namun pergerakan bullish tersebut juga diikuti oleh skeptisisme sebagian pelaku pasar.

Beberapa analis memperingatkan bahwa kesenjangan antara suku AS dan negara-negara lain di dunia, yang telah memainkan peran besar dalam menopang greenback, kemungkinan akan menyempit pada tahun depan.

Tahun ini, dolar AS terdorong naik oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan lebih cepat dan lebih dari rekan-rekannya, tetapi tren terbaru di pasar tenaga kerja dan pertumbuhan upah di luar AS tidak mendukung harapan pasar terhadap kebijakan moneter seperti itu.

Sementara itu, yen sempat menguat tipis terhadap greenback namun pada Rabu pagi USDJPY berbalik naik 0,05% menjadi ¥113,95 setelah data PDB Jepang turun dari 0,7% ke -0,3%.

AUDUSD pun mulai mengalami tekanan walaupun pagi tadi data indeks upah Australia naik dari 0,5% ke 0,6%, sesuai ekspektasi para ekonom. AUDUSD bergerak di $0,7225 saat berita ini ditulis, turun tipis dari $0,7236 yang menjadi level tertinggi sementara hari ini.

Sumber berita: ForexSignal88, Investing, Reuters

Sumber gambar: The Week UK

Share This

Berita Forex Lainnya

December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…
December 17, 2018

Situasi Politik dan Ekonomi di Luar AS Bantu Greenback Menghijau

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Dolar AS naik ke titik tertinggi 19 bulan terhadap sejumlah mata uang pada hari Jumat (14/12) karena berita politik dan ekonomi yang mengkhawatirkan di luar Amerika Serikat (AS) mendorong tawaran yang kuat untuk sisi…
December 14, 2018

Euro dan Sterling Tekan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Euro bertahan stabil terhadap dolar AS, meskipun berakhir sedikit negatif, pada hari Kamis setelah Bank Sentral Eropa (ECB), seperti yang diperkirakan, menghentikan pembelian obligasi baru dan berjanji untuk…
December 14, 2018

Kisruh 'BACKSTOP' Terus Mengganjal Skenario 'SOFT BREXIT'

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Posisi Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris sementara ini aman. Ini setelah May memenangi pemungutan suara di parlemen pada Kamis (13/12/2018) dini hari WIB. Namun, perjuangan May demi kesepakatan Brexit dengan…
December 13, 2018

Keyakinan Tory Tenggelamkan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Pukulan keras pound sterling dan rival greenback lainnya pada hari Rabu memaksa mata uang AS tersebut melepas penguatan di dua sesi sebelumnya. Tekanan jual terhadap dolar AS terjadi karena data inflasi konsumen yang…