ForexSignal88.com l Jakarta, 03/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin menguat pasca Italia yang diganggu dengan masalah anggaran keuangannya.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1548, GBPUSD ditutup melemah di level 1,2979, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7184 dan USDJPY ditutup melemah di level 113,64.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1539, GBPUSD bergerak di level 1,2973 AUDUSD di level 0,7173 dan yen di level 113,55.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan berhasil membaik dengan pendorong setelah beberapa pelaku pasar kembali melakukan aksinya untuk mengoleksi kembali kepemilikan dolar AS yang muncul setelah Fed meeting yang memutuskan kenaikan suku bunga yang ketujuh pasca krisis 2008 sejak dimulai Desember 2015 sebesar 25 bps menjadi 2,25%.

Ketua Fed Jerome Powell menyatakan bahwa ekonomi AS masih butuh kenaikan suku bunganya sehingga lebih lanjut kenaikan masih akan ada kepastiannya. Ini merupakan sedikit himbauan agar dolar tidak terlalu menguat lebih besar pasca kenaikan suku bunganya. Namun ada data yang mendukung kenaikan ada pula yang tidak sehingga dolar juga sempat tertahan penguatannya.

Sebelumnya dolar AS gagal menjalankan fungsinya sebagai mata uang safe haven setelah Presiden Trump memberikan tarif baru kepada China dan berbalas dengan tarif juga dari China, sehingga bank sentral China dan beberapa bank sentral lainjya melakukan aksi menurunkan nilai mata uangnya demi mencegah dolar AS menguat. Aksi ini dilakukan guna mencegah turunnya kinerja ekonomi China dan negara lainnya.

Sebetulnya pasar ingin bank sentral lain ikut melakukan usahanya menaikkan suku bunganya. Harapannya permasalahan penguatan dolar juga akan segera berakhir agar Trump tidak mengeluarkan komentar kembali. Namun sayang libur panjangnya pasar keuangan China seakan memberi ruang kepada dolar untuk leluasa menguat suatu saat.

Faktor Kanada yang mencapai kesepakatan dagang dengan AS tentu membuat posisi tawar dolar AS makin kuat sehingga potensi penguatan dolar juga memang masih ada kelanjutannya. Apalagi Italia masih dibelenggu dengan permasalahan anggarannya sehingga kewibawaan euro makin dipertaruhkan. Kondisi ini memberi jalan bagi yen untuk menjadi mata uang safe haven juga untuk sementara.

Dolar sendiri berusaha bertahan menguat jelang rilis data tenaga kerja AS yang akan keluar akhir pekan ini.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Forex Lainnya

December 19, 2018

Pasar Antisipasi Fed Meeting, Dolar AS Terpelanting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dolar AS jatuh ke level terendah dalam satu minggu pada hari Selasa karena para investor terus mengurangi pertaruhan posisi beli pada mata uang tersebut. Greenback melemah untuk sesi kedua berturut-turut. Para…
December 19, 2018

AS : Cuit Trump Kembali Menyindir FED Menjelang FOMC Meeting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat pada Selasa (18/12/2018) sore waktu setempat. Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump, menunggu langkah…
December 18, 2018

Dolar AS Alami Tekanan Menjelang Dimulainya Rapat FOMC

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Dolar AS mengalami tekanan yang cukup kuat dari rivalnya pada hari Senin, turun dari level tertinggi 18-bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para pedagang mulai melepas dolar AS dan bersiap diri menjelang…
December 18, 2018

AS Kenakan Sanksi Bagi Mantan Pemimpin Korea Utara, Denuklirisasi TERANCAM BATAL

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Korea Utara telah memperingatkan bahwa sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap tokoh-tokoh senior dalam rezim Korea Utara merupakan provokasi yang disengaja. Juga dapat menggagalkan upaya untuk denuklirisasi,…
December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…