ForexSignal88.com l Jakarta, 08/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat nuansa safe haven jelang Presiden Trump menentukan sikapnya terhadap kesepakatan internasionalnya dengan Iran.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1921, GBPUSD ditutup menguat di level 1,3555, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7510 dan USDJPY ditutup mendatar di level 109,08.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1919, GBPUSD bergerak di level 1,3562, AUDUSD di level 0,7499 dan yen di level 108,98.

Sebelumnya di perdagangan awal pekan kemarin, indeks dolar AS diperdagangkan menguat masih dipengaruhi dengan munculnya data tingkat pengangguran yang sudah di bawah angka 4%, sebuah angka yang menunjukkan kekuatan kondisi full-employment terbaik sejak 17 tahun silam. Kondisi ini tentu akan mendorong juga upaya the Fed untuk makin memperketat dan memantau perkembangan kinerja ekonominya yang kian lama kian memanas.

Sebelumnya beberapa pejabat di the Fed sudah berpikir untuk mulai menerapkan suku bunga yang naik agresif sehingga indeks dolar terus menekan euro dan Swiss franc dalam beberapa hari perdagangan ini. Apalagi kemarin data ekonomi zona euro juga kembali memburuk di mana data pesanan industri di Jerman menurun lagi sehingga potensi normalisasi kebijakan moneter zona euro semakin menjauh.

Pelemahan dolar AS terhadap yen muncul karena investor sedang mencari aset-aset pengamannya. Meski data belanja rumah tangga Jepang menurun di periode lalu, yen masih terus dikoleksi investor karena mereka khawatir akan jatuhnya sanksi ekonomi baru kepada Iran akibat dari Presiden Trump menarik diri dari kesepakatan internasional nuklir dengan Iran.

Potensi geopolitik tentu akan muncul jika Trump ingin tetap menekan Iran agar patuh dengan keinginannya, dan ini kondisi yang tidak disukai dolar AS.

Dolar Australia sendiri masih tertekan setelah data penjualan eceran Australia mengalami penurunan di periode lalu sehingga kinerja ekonomi Australia makin dipertanyakan kemampuannya. Sedangkan pound masih bergerak lemah pasca libur sehari, dan investor masih belum melihat geliat ekonomi Inggris lebih lanjut.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: CNBC

Share This

Berita Forex Lainnya

December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…
December 17, 2018

Situasi Politik dan Ekonomi di Luar AS Bantu Greenback Menghijau

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Dolar AS naik ke titik tertinggi 19 bulan terhadap sejumlah mata uang pada hari Jumat (14/12) karena berita politik dan ekonomi yang mengkhawatirkan di luar Amerika Serikat (AS) mendorong tawaran yang kuat untuk sisi…
December 14, 2018

Euro dan Sterling Tekan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Euro bertahan stabil terhadap dolar AS, meskipun berakhir sedikit negatif, pada hari Kamis setelah Bank Sentral Eropa (ECB), seperti yang diperkirakan, menghentikan pembelian obligasi baru dan berjanji untuk…
December 14, 2018

Kisruh 'BACKSTOP' Terus Mengganjal Skenario 'SOFT BREXIT'

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Posisi Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris sementara ini aman. Ini setelah May memenangi pemungutan suara di parlemen pada Kamis (13/12/2018) dini hari WIB. Namun, perjuangan May demi kesepakatan Brexit dengan…
December 13, 2018

Keyakinan Tory Tenggelamkan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Pukulan keras pound sterling dan rival greenback lainnya pada hari Rabu memaksa mata uang AS tersebut melepas penguatan di dua sesi sebelumnya. Tekanan jual terhadap dolar AS terjadi karena data inflasi konsumen yang…