ForexSignal88.com l Jakarta, 14/03/2018 – Perekonomian Inggris akan tumbuh sedikit lebih cepat dari perkiraan sebelumnya tahun ini menjelang Brexit, dengan harapan ada penurunan pinjaman seperti yang diharapkan pemerintah Inggris sendiri.

Ungkapan Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond yang telah memberitahukan kondisi terkini di tengah tahunannya mengenai keuangan publik, juga menyatakan bahwa dalam tahun ini kondisi pertumbuhan ekonomi Inggris bisa tumbuh 1,5%, lebih baik daripada perkiraan pertumbuhan sebelumnya yang hanya 1,4% pada November lalu.

Perkiraan pertumbuhan pada 2019 dan 2020 dipertahankan tidak berubah pada angka 1,3%. Pernyataan Hammond ini dinyatakan di depan parlemen Inggris kemarin sore dan mengutip dari para pejabat di Office Budget Responsibility atau OBR.

Perekonomian Inggris yang merupakan terbesar keenam di dunia ini akan tumbuh sedikit lebih lambat dari perkiraan sebelumnya dalam 2 tahun ke depan masing-masing 1,4% dan 1,5% pada tahun 2021 dan 2022. Seperti kita ketahui bahwa perekonomian Inggris telah melambat tajam sejak referendum Brexit 2016. Sebelumnya OECD atau Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan menyatakan bahwa Inggris ekonominya akan tumbuh lebih lambat daripada semua kelompok ekonomi G20 di tahun ini.

Namun pemulihan ekonomi global yang kuat telah membantu melindungi perlambatan di Inggris dalam beberapa bulan terakhir. Prosoek pertumbuhan yang membaik berarti pemerintah akan meminjam lebih sedikit pada tahun-tahun awal dekade berikutnya daripada perkiraan sebelumnya, demikian ungkap Hammond.

Defisit anggaran untuk tahun fiskal 2017/18 saat ini telah dipotong menjadi sekitar £45,2 milyar dari perkiraan November lalu yang mencapai £49,9 milyar, ungkap Hammond. Kekurangan ini juga terpuruk pada tahun-tahun berikutnya walaupun pemerintah masih terlihat mengalami defisit kecil pada 2022/23.

Inggris telah memangkas pinjaman tahunannya dari 10% dari PDBnya pada 2010, ketika terguncang krisis keuangan global, hingga hanya lebih kecil dari 2% di saat sekarang ini. Beberapa anggota parlemen dari Konservatif telah mendesak Hammond untuk mengurangi defisit dengan memindahkan anggaran yang lebih diutamakan untuk sektor kesehatan, militer dan layanan lainnya yang diinginkan oleh partai Buruh

Sejauh ini perseteruan antara partai Konservatif dengan partai oposisi yaitu Partai Buruh belum juga berakhir di mana partai Konservatif lebih ingin menaikkan dukungan publik dengan ingin menaikkan gaji sektor publik dan lebih banyak berinvestasi di bidang infrastruktur, dan nampaknya Hammond menyetujuinya.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Investing, MarketWatch, Reuters,

Sumber gambar: The Telegraph

Share This

Berita Forex Lainnya

December 19, 2018

Pasar Antisipasi Fed Meeting, Dolar AS Terpelanting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dolar AS jatuh ke level terendah dalam satu minggu pada hari Selasa karena para investor terus mengurangi pertaruhan posisi beli pada mata uang tersebut. Greenback melemah untuk sesi kedua berturut-turut. Para…
December 19, 2018

AS : Cuit Trump Kembali Menyindir FED Menjelang FOMC Meeting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat pada Selasa (18/12/2018) sore waktu setempat. Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump, menunggu langkah…
December 18, 2018

Dolar AS Alami Tekanan Menjelang Dimulainya Rapat FOMC

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Dolar AS mengalami tekanan yang cukup kuat dari rivalnya pada hari Senin, turun dari level tertinggi 18-bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para pedagang mulai melepas dolar AS dan bersiap diri menjelang…
December 18, 2018

AS Kenakan Sanksi Bagi Mantan Pemimpin Korea Utara, Denuklirisasi TERANCAM BATAL

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Korea Utara telah memperingatkan bahwa sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap tokoh-tokoh senior dalam rezim Korea Utara merupakan provokasi yang disengaja. Juga dapat menggagalkan upaya untuk denuklirisasi,…
December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…