ForexSignal88.com l Jakarta, 13/03/2018 – Jan Smets, seorang pembuat kebijakan dari Belgia, mengatakan bahwa inflasi zona euro mungkin memerlukan lebih banyak waktu untuk naik daripada yang diantisipasi karena kapasitas cadangan memakan waktu lebih lama untuk habis digunakan, namun European Central Bank (ECB) seharusnya tidak menerima pertumbuhan harga di bawah targetnya.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Smets mengatakan bahwa dengan tekanan inflasi yang teredam, ECB bahkan belum memulai diskusi tentang merevisi kerangka kebijakan moneternya atau bahkan pada apa yang disebut sebagai forward guidance (panduan ke depannya), karena penyiapan (set-up) saat ini dimaksudkan untuk melayani blok mata uang tersebut dengan baik.

Dengan menimbang pertumbuhan yang cepat selam bertahun-tahun, ECB melepas sebuah janji lama pada minggu lalu untuk meningkatkan pembelian obligasi jika diperlukan, sebuah langkah kecil dalam mengakhiri skema stimulus sebesar 2,55 triliun euro.

Tapi inflasi di kawasan itu terbukti sangat sulit untuk didorong naik dan kemungkinan akan meleset dari target ECB, yaitu dekat namun sedikit di bawah 2 persen, selama bertahun-tahun yang akan datang sehingga para pembuat kebijakan bank itu hanya memberi sedikit petunjuk bahwa mereka bersedia mengakhiri pembelian obligasi pada tahun ini karena pasar sedang mengharapkannya saat ini.

"Ini akan memakan waktu lebih lama untuk mencapai tujuan daripada yang kita duga sebelumnya," kata Smets.

"Tingkat output potensial mungkin menjadi lebih tinggi karena reformasi struktural dan ... pengenduran mungkin lebih besar," lanjut Smets.

"Ini mungkin memakan waktu lebih dari yang kita duga dan tekanan inflasi dapat membutuhkan lebih banyak waktu untuk terbangun," Smets menambahkan.

"Tapi sangat penting bahwa kita memenuhi tujuan stabilitas harga dan tidak menerima tingkat di bawahnya. Tujuannya adalah apa yang belum kita raih," ujar Smets.

Para investor terus mencari petunjuk tentang langkah ECB selanjutnya dalam menghentikan stimulus dan komentar hati-hati dari Smets tersebut menunjukkan bahwa bank sental Eropa dapat terus bergerak hanya dengan kenaikan inflasi.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Australian Financial Review

Share This

Berita Forex Lainnya

December 19, 2018

Pasar Antisipasi Fed Meeting, Dolar AS Terpelanting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dolar AS jatuh ke level terendah dalam satu minggu pada hari Selasa karena para investor terus mengurangi pertaruhan posisi beli pada mata uang tersebut. Greenback melemah untuk sesi kedua berturut-turut. Para…
December 19, 2018

AS : Cuit Trump Kembali Menyindir FED Menjelang FOMC Meeting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat pada Selasa (18/12/2018) sore waktu setempat. Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump, menunggu langkah…
December 18, 2018

Dolar AS Alami Tekanan Menjelang Dimulainya Rapat FOMC

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Dolar AS mengalami tekanan yang cukup kuat dari rivalnya pada hari Senin, turun dari level tertinggi 18-bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para pedagang mulai melepas dolar AS dan bersiap diri menjelang…
December 18, 2018

AS Kenakan Sanksi Bagi Mantan Pemimpin Korea Utara, Denuklirisasi TERANCAM BATAL

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Korea Utara telah memperingatkan bahwa sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap tokoh-tokoh senior dalam rezim Korea Utara merupakan provokasi yang disengaja. Juga dapat menggagalkan upaya untuk denuklirisasi,…
December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…