ForexSignal88.com l Jakarta, 30/03/2020 – Dolar Amerika Serikat (AS) mencatatkan penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari satu dekade pada hari Jumat, karena triliunan dolar AS – bagian dari upaya stimulus pemerintah dan bank sentral AS – membantu mengatasi kekacauan di pasar global yang didorong oleh pandemi virus corona SARS Cov-2, penyebab penyakit COVID-19.

Dolar AS melonjak pada bulan awal ini karena jatuhnya bursa saham dan pasar utang menyebabkan perebutan mata uang paling likuid di dunia tersebut.

Tetapi rencana belanja pemerintah yang besar dan upaya terkoordinasi oleh bank sentral di seluruh dunia untuk meningkatkan pasokan dolar AS telah mendukung reli mata uang utama lainnya.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS pada hari Jumat menyetujui paket bantuan senilai $2,2 triliun – yang terbesar dalam sejarah AS – untuk membantu rakyat dan bisnis dalam mengatasi kemerosotan ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah COVID-19.

Indeks dolar AS berakhir turun 1,05% pada saat sesi Jumat berakhir, menurut data CNBC. Indeks dolar AS pada pekan sebelumnya membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak krisis keuangan.

Tekanan di pasar uang kini mulai berkurang. Tindakan dari bank-bank sentral telah berhasil sejauh ini dan kekurangan dolar AS mulai tertutupi.

Setelah perubahan harga besar-besaran bulan ini, para investor cenderung aktif menyeimbangkan kembali neraca mereka untuk akhir bulan dan kuartal ini.

Komite Valuta Asing Global pada hari Kamis memperingatkan beberapa sesi mendatang bisa berubah-ubah karena pelaku pasar melakukan perdagangan yang lebih besar dari biasanya sebagai bagian dari proses ini.