ForexSignal88.com l Jakarta, 29/05/2019 – Kekhawatiran tentang eskalasi lebih lanjut dalam perselisihan perdagangan Sino-AS membuat dolar AS stabil pada hari Rabu, mempertahankan penguatan sejak dua hari lalu setelah investor memborong aset-aset safe haven, termasuk Treasury AS.

Surat kabar People's Daily, dimiliki oleh Partai Komunis China yang berkuasa, memperingatkan bahwa Beijing siap untuk menggunakan logam tanah jarang (rare-earth element atau rare-earth metal) sebagai faktor pengungkit dalam perang dagangnya dengan AS.

Surat kabar itu juga menyampaikan bahwa Beijing menegaskan dengan sangat kuat, “Jangan katakan kami tidak memperingatkan Anda.”

Sementara itu berita pada Selasa malam menyebut bahwa tidak ada mitra dagang utama AS yang memenuhi kriteria memanipulasi mata uang yang menurut administrasi Trump memiliki dampak pada pasar valuta asing.

Departemen Keuangan AS mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Selasa bahwa pihaknya meninjau kebijakan serangkaian 21 mitra dagang utama AS yang diperluas dan menemukan bahwa sembilan negara memerlukan perhatian penuh karena praktik mata uang: Cina, Jerman, Irlandia, Italia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia , Singapura, dan Vietnam.

Laporan itu memiliki dampak yang tak kasat mata pada sentimen risiko, menambahkan bahwa para investor mengamati bagaimana AS dan China akan menangani sengketa perdagangan mereka pada pertemuan G20 di Jepang bulan depan.

Di saat yang sama pelemahan euro terus membuat dolar AS terangkat dan tampaknya ada lebih banyak risiko untuk mata uang tunggal tersebut pada ketidakpastian seputar ekonomi zona euro dan masa depan politik blok itu.

Greenback terus bertahan bahkan setelah benchmark yield Treasury AS 10-tahun mencapai level terendah 2,240%, terendah sejak September 2017. Status greenback sendiri sebagai safe haven terbukti membantu di tengah kekhawatiran tentang ketegangan perdagangan dan kebijakan anggaran Italia.