ForexSignal88.com l Jakarta, 29/07/2019 – Greenback menanjak ke puncak dua bulan pada hari Jumat dan menorehkan kenaikan mingguan kedua berturut-turut setelah data menunjukkan ekonomi terbesar dunia itu melambat tapi pada laju yang kurang dari yang diperkirakan pada kuartal kedua tahun ini.

Kenaikan mata uang AS juga dibantu oleh pelebaran perbedaan imbal hasil antara utang AS dan Jerman. Spread bertahan di tertinggi dua bulan di 249 basis poin.

Investor kecewa dengan kurangnya tindakan kebijakan dari Bank Sentral Eropa (ECB) pada pertemuan pada hari Kamis. Perhatian mereka sekarang akan beralih ke pertemuan Federal Reserve minggu depan, di mana para pembuat kebijakan diperkirakan akan memotong suku bunga sebesar seperempat poin persentase.

Laporan produk domestik bruto AS yang lebih baik dari perkiraan untuk kuartal kedua tidak mungkin mengubah pola pikir The Fed.

Data menunjukkan PDB AS tumbuh pada tingkat tahunan 2,1% pada kuartal kedua. Ekonomi maju pada kecepatan 3,1% yang tidak direvisi pada kuartal pertama. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan PDB naik hanya pada tingkat 1,8% pada kuartal kedua.

Dengan ekonomi yang masih dalam kondisi sehat seperti ini, hampir dapat dipastikan pada akhir bulan ini The Fed hanya akan memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin dan itupun keumgnkinan besar hanya sebuah tindakan “formalitas”, hanya satu kali, bukan awal dari siklus besar pelonggaran moneter.

Di awal pekan ini ritme bullish dolar AS masih punya potensi untuk berlanjut, setidaknya greenback bakal membuat rivalnya tidak banyak bergerak. Beberapa data seperti penjualan eceran Jepang, perumahan Australia, dan pinjaman di Inggris mungkin hanya menimbulkan dampak kecil bagi dinamika pasar forex dan emas yang sedang dalam mode “wait and see”.