ForexSignal88.com l Jakarta, 28/05/2019 – Perjalanan dolar Amerika Serikat (AS) sejak pagi hingga siang ini masih didorong oleh kekuatan bullish. Mata uang AS cenderung terus menguat terhadap sejumlah mata uang utama karena para investor menunggu katalis perdagangan baru setelah dari aspek politik pemilihan parlemen Uni Eropa menunjukkan polarisasi pada blok yang memiliki 28 anggota negara Eropa.

Sedangkan dolar/yen masih di dalam fase konsolidasi setelah Presiden AS Donald Trump, yang mengunjungi Jepang, terlihat menekan Tokyo untuk mengurangi surplus perdagangan besar negara itu dengan AS.

Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia mengharapkan kedua negara untuk "mengumumkan beberapa hal, mungkin pada bulan Agustus, yang akan sangat baik untuk kedua negara" pada masalah perdagangan.

Sedangkan pada hari ini Menteri Ekonomi Jepang Toshimitsu Motegi mengatakan komentar Presiden AS mungkin mencerminkan harapannya untuk kemajuan cepat dalam negosiasi.

Meskipun positif bahwa akan ada waktu untuk menyelesaikan masalah perdagangan AS-Jepang, itu tidak berarti masalah telah diselesaikan tapi setidaknya membuat pasar lega.

Para investor juga terlihat masih berat untuk menimbun aset berisiko karena negosiasi perdagangan yang belum diselesaikan antara AS dan China.

Pada saat yang sama euro terus berada di bawah tekanan setelah komentar dari dua pejabat dari zona euro bahwa Komisi Eropa kemungkinan akan memulai langkah-langkah disipliner terhadap Italia pada 5 Juni atas meningkatnya utang dan tingkat defisit struktural negara itu, yang melanggar aturan Uni Eropa.

Sementara itu partai-partai pro-Eropa terlihat mampu mempertahankan cengkeraman kuat pada parlemen Uni Eropa, hasil sementara dari pemilihan blok menunjukkan pada hari Senin, meskipun lawan mereka yang anti Uni Eropa juga mendapat suara yang kuat.

Polarisasi pada parlemen Eropa yang merupakan semacam representasi dari situasi politik Eropa secara keseluruhan secara luas negatif untuk euro. Berita tentang kemungkinan langkah-langkah disipliner terhadap Italia atas utang nasionalnya pun melukai euro.