ForexSignal88.com l Jakarta, 27/05/2019 – Laju pelemahan dolar AS yang dimulai sejak sesi perdagangan Kamis lalu tampaknya cenderung berlanjut pada hari ini, sesi awal pekan yang dihiasi liburnya pasar Inggris dan AS.

Hingga Senin siang, euro memperlihatkan penguatannya setelah partai-partai pro-Uni Eropa mempertahankan lebih banyak fragmentasi daripada sebelumnya untuk mempertahankan dua pertiga kursi dalam pemilihan parlemen Uni Eropa, membatasi keuntungan lawan-lawannya dari partai nasionalis.

Sebuah proyeksi resmi menunjukkan, di saat blok kanan-tengah dan kiri-tengah kehilangan posisi mayoritasnya, gelombang kuat di Partai Hijau dan liberal berarti partai-partai yang berkomitmen untuk memperkuat serikat Eropa berpeluang menjaga dua pertiga kursi.

Semua hasil itu menyurutkan harapan gerakan anti-imigrasi, National Rally yang anti-Brussels yang dipimpin oleh Marine Le Pen, upaya Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini dan lainnya yang telah berupaya untuk menentang integrasi Uni Eropa.

Setelah situasi politik Eropa dirasa kondusif kini fokus pasar bergeser kembali ke hubungan AS-China yang sejak pekan lalu menjadi beban bagi dolar AS karena dampak merusak perang dagang keduanya mulai terlihat pada ekonomi AS.

Namun di tengah meningkatnya permintaan safe haven selama beberapa hari terakhir, sejak pagi tadi mata uang AS menguat terhadap yen menjadi 109,49 yen, naik 0,15%, didukung oleh perburuan ‘harga murah’ para pelaku pasar dari Jepang.

Minat beli dari investor Jepang semakin kuat seperti yang diperlihatkan oleh data di mana para investor Jepang terlihat membeli sejumlah besar obligasi asing beberapa minggu lalu ketika dolar AS jatuh di dekat 109 yen. Ada permintaan dari perusahaan Jepang yang membutuhkan dolar untuk kesepakatan M&A (merger dan akuisisi) mereka.

Namun, mata uang AS tidak jauh dari level terendah tiga bulan di 109,02 yang disentuh dua minggu lalu, terpukul di tengah kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing terkait perdagangan dan teknologi.

Dolar AS juga masih berpotensi tertahan oleh yen karena Presiden AS Donald Trump terlihat menekan Jepang untuk mengambil langkah-langkah untuk mengurangi surplus perdagangannya dengan AS.

Trump, yang tiba di Tokyo pada hari Sabtu, mencuit di akun Twitter-nya pada hari Minggu bahwa banyak negosiasi perdagangan dengan Jepang akan menunggu sampai setelah pemilihan negara pada bulan Juli.

Sementara itu pound sterling Inggris mendapatkan kembali kekuatan setelah Perdana Menteri Theresa May menetapkan tanggal berhentinya ia dari posisi pemimpin pemerintahan kesatuan empat kerajaan tersebut.

Tetapi prospek no-deal Brexit tetap menjadi pertarungan sentral antara para kandidat pengganti May dengan empat dari delapan calon pemimpin mengatakan Inggris harus meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober bahkan jika itu adalah sebuah no-deal Brexit.