ForexSignal88.com l Jakarta, 24/05/2019 – Hingga Jumat menjelang sore dolar AS masih berada di jalur untuk membukukan kerugian mingguan kecil setelah turun dari titik tertinggi dua tahun.

Pelemahan dolar ini adalah dampak dari turunnya imbal hasil obligasi AS karena para investor khawatir sengketa perdagangan Sino-AS akan merugikan ekonomi AS lebih dari yang diperkirakan sebelumnya.

Faktor lain yang membuat greenback turun adalah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuannya pada akhir tahun ini untuk mendorong lokomotif ekonomi terbesar dunia tersebut.

Ketegangan perdagangan AS-China membuat pasar memperkirakan dampak potensial negatif terhadap ekonomi AS dan ekuitas AS.

Apalagi semalam, data menunjukkan aktivitas manufaktur AS untuk periode Mei menunjukkan laju pertumbuhan terlemah dalam hampir satu dekade, menunjukkan perlambatan tajam dalam pertumbuhan ekonomi sedang berlangsung.

Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis juga mengatakan keluhan negaranya terhadap Huawei Technologies Co Ltd mungkin diselesaikan dalam kerangka kesepakatan perdagangan AS-China, sementara pada saat yang sama ia menyebut raksasa telekomunikasi China "sangat berbahaya".

Pasar bakal mengukur lagi kondisi dan kesehatan AS melalui aliran pesanan barang modal yang biasa dipesan oleh kalangan bisnis AS. Data pesanan barang tahan lama/barang modal (durable goods orders) produksi AS akan dipublikasikan malam nanti.

Sejauh ini para ekonom memperkirakan data tersebut turun, jika prediksinya benar maka dolar AS berisiko untuk digempur lagi oleh para rivalnya.