ForexSignal88.com l Jakarta, 24/02/2020 – Dolar Amerika Serikat (AS) turun tajam pada Jumat, digerakkan oleh pelemahannya terhadap pound sterling dan yen menyusul data yang menunjukkan sektor jasa utama AS secara tak terduga mengalami kontraksi, menandakan ada potensi masalah menghampiri ekonomi AS.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,53% menjadi 99,34. Tetapi mata uang cadangan dunia ini tetap mengakhiri perdagangan minggu lalu di titik tertinggi dalam hampir lima bulan.

Indeks Manajer Pembelian sektor jasa dari IHS Markit turun menjadi 49,4 pada Februari, terendah dalam enam tahun, meningkatkan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi yang lebih luas karena sektor jasa menyumbang sekitar 66% dari total pertumbuhan.

Pelemahan di bidang manufaktur pun terus berlanjut, menunjukkan angka 50,8 yang berarti lebih lemah dari yang diperkirakan para ekonom.

Dengan tanda-tanda potensi goyangan dalam ekonomi AS, para pedagang kembali ke safe-heaven yen. USDJPY berakhir turun 0,42% menjadi ¥111,64.

Sementara itu, pound sterling terbangun dari tidurnya baru-baru ini, berakhir naik 0,6% di $1,2962 terhadap greenback di tengah lebih banyak bukti yang menunjukkan ekonomi Inggris berangsur membaik.

Aktivitas manufaktur Inggris melampaui estimasi pada bulan Februari, tetapi sektor layanan hanya sedikit di atas perkiraan ekonom untuk pembacaan 53,4, menurut data dari IHS Markit.

Sedangkan euro naik 0,68% menjadi $1,0850 karena data indeks manajer pembelian komposit zona euro yang lebih baik dari perkiraan mengindikasikan blok ekonomi tersebut telah mengabaikan dampak virus corona.