ForexSignal88.com l Jakarta, 23/03/2020 – Penguatan dolar AS mereda pada hari Jumat karena enam bank sentral utama mengumumkan langkah terkoordinasi untuk meningkatkan likuiditas mata uang ini. Dolar AS memantul sedikit dari posisi terendah hari itu karena perdagangan saham bernuansa negatif.

Greenback telah melakukan reli “edan” di minggu lalu (16-20 Maret) karena para investor panik dan secara masif memburu mata uang ini, menguat 4,32%, kenaikan mingguan terbesar sejak krisis keuangan 2008.

Beberapa mata uang mulai dari dolar Australia hingga pound sterling Inggris jatuh ke posisi terendah multi-tahun setelah penurunan darurat tingkat suku bunga acuan oleh beberapa bank sentral dan suntikan dana miliaran dolar AS gagal menenangkan pasar yang panik.

Akhirnya pada hari Jumat enam bank sentral utama mengumumkan langkah terkoordinasi untuk meningkatkan likuiditas greenback dengan meningkatkan frekuensi operasi pertukaran mata uang mereka menjadi setiap hari.

Peningkatan operasi likuiditas dolar AS yang terkoordinasi pada 15 Maret sudah merupakan langkah signifikan yang membangun pengalaman Krisis Keuangan Besar, tetapi pergeseran menuju operasi harian belum pernah terjadi sebelumnya.

Indeks dolar AS berakhir negatif 0,79% di 101,95. Indeks ini sempat melonjak ke 103,00, tertinggi sejak Januari 2017, ketika para investor melikuidasi semua asetnya, dari saham hingga komoditas.