ForexSignal88.com l Jakarta, 20/03/2020 – Dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang untuk hari ketiga pada hari Kamis, karena kekhawatiran tentang kejatuhan ekonomi sebagai dampak wabah COVID-19 mendorong permintaan terhadap dolar AS meskipun beberapa langkah-langkah yang bertujuan mengurangi tekanan pasar telah dilakukan bank sentral dunia.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik sekitar 1,0% menjadi 101,76, tertinggi sejak Januari 2017. Indeks ini naik sekitar 3% untuk minggu ini.

Kekuatan dolar AS, pada dasarnya, adalah reli short-covering yang kuat, yang digunakan untuk mendanai sebagian besar sirkuit kapital global. Sirkuit modal terbalik sekarang, dan mata uang pendanaan dibeli kembali.

Reli dolar AS telah menghancurkan beberapa mata uang ke posisi terendah multi-tahun. Euro berakhir turun 2,04% di $1,0655, terlemah sejak April 2017, karena para pedagang bergegas untuk membuang posisi euro meskipun ada stimulus baru dari Bank Sentral Eropa (ECB).

Meskipun ECB mengumumkan program pembelian aset €750 miliar ($817 miliar) sebagai tanggapan terhadap wabah virus corona, pedagang mata uang tidak terkesan. Pengumuman ECB itu membantu pasar obligasi, tidak banyak membantu euro.

Skema pembelian ECB, diumumkan setelah pertemuan darurat Rabu malam, muncul kurang dari seminggu setelah pembuat kebijakan meluncurkan langkah-langkah stimulus baru.