ForexSignal88.com l Jakarta, 18/11/2019 – Euro menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi terakhir pekan lalu, Jumat (15/11). Optimisme para pelaku pasar terhadap pembicaraan di seputar perdagangan dengan Cina mendukung mata uang terkait perdagangan global seperti euro.

Pada front data ekonomi, penjualan ritel AS rebound pada Oktober, tetapi konsumen negara itu mengurangi pembelian barang-barang rumah tangga dan pakaian, menimbulkan pertanyaan pasar tentang kekuatan belanja konsumen yang saat ini menopang ekonomi AS. Euro tercatat berakhir naik 0,30 persen pada $1,1055 per euro.

Pound sterling juga menguat terhadap dolar AS pada hari Jumat, karena kandidat Partai Brexit mundur dari lebih dari 40 kursi yang tidak dikuasai oleh Tory (Partai Konservatif), yang dilihat para traders sebagai langkah yang akan membantu Tory mendapatkan posisi mayoritas dalam pemilihan Inggris mendatang.

Pound telah meningkat dalam sepekan terakhir karena jajak pendapat menunjukkan Perdana Menteri Boris Johnson, kader Tory, bisa memenangkan mayoritas pada pemilihan 12 Desember, yang dipandang bakal meningkatkan peluang Inggris meninggalkan Uni Eropa dengan mengantongi kesepakatan pada 31 Januari 2020.