ForexSignal88.com l Jakarta, 18/03/2020 – Dolar AS melonjak pada sesi Selasa karena perusahaan-perusahaan dan investor mencari mata uang paling likuid di tengah kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari karantina negara atau wilayah guna meredam penyebaran virus corona COVID-19.

Federal Reserve pada hari Minggu telah menurunkan suku bunganya menjadi nol dan meluncurkan program pembelian obligasi baru. Bank-bank sentral lain pun telah mengambil langkah-langkah serupa tetapi langkah pengamanan tersebut sejauh ini gagal membendung ketegangan likuiditas dan kepanikan pasar.

Bank-bank sentral juga memangkas harga pada jalur swap mereka untuk memudahkan menyediakan dolar AS bagi lembaga-lembaga keuangan di seluruh dunia.

Bank of Japan (BoJ) pada hari Selasa menyuntikkan dana dolar (dollar funding) terbesar sejak 2008 dan Korea Selatan juga berjanji untuk segera bertindak.

Tetapi pasar pendanaan menunjukkan tekanan yang berkelanjutan saat berburu greenback.

Spread swap berbasis mata uang euro/dolar 3-bulan naik setinggi 120 basis poin - terlebar sejak akhir 2011 - sebelum jatuh kembali ke 39 basis poin.

Mata uang AS awalnya jatuh pada awal Maret karena imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak turun, tetapi dolar AS sejak itu rebound, dan diukur terhadap enam mata uang utama lainnya, dolar AS naik lebih dari 5% sejak 9 Maret.

Federal Reserve pada hari Selasa mengatakan akan mengembalikan fasilitas pendanaan yang digunakan selama krisis keuangan 2008 untuk mendapatkan kredit langsung ke bisnis dan rumah tangga.