ForexSignal88.com l Jakarta, 17/09/2019 – Euro jatuh terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari Senin, setelah serangan terhadap fasilitas minyak mentah di Arab Saudi memicu kekhawatiran atas dampak guncangan minyak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Lonjakan cepat harga minyak Senin terjadi pada saat bank-bank sentral di AS, Eropa, dan Asia melonggarkan kebijakan moneter untuk melawan perlambatan ekonomi global di tengah perang dagang yang berlarut-larut antara Washington dan Beijing.

Federal Reserve AS akan mengadakan pertemuan kebijakan berikutnya pada hari Rabu, di mana ia secara luas diperkirakan akan menurunkan suku bunga dan menandakan jalur kebijakan di masa depan.

Sedangkan pound sterling berbalik tertekan oleh greenback kemarin karena kekhawatiran pasar semakin meningkat bahwa Inggris mungkin menuju chaotic Brexit.

Pound jatuh ke level terendah tiga tahun di bawah $1,20 awal bulan ini, kemudian melonjak lebih dari 4% hingga sesi pekan lalu.

Sebagian besar pergerakan bullish pound sterling terjadi di minggu lalu, setelah parlemen Inggris memilih untuk memaksa Perdana Menteri Boris Johnson untuk mencari perpanjangan batas waktu 31 Oktober saat ini untuk meninggalkan Uni Eropa jika tidak ada kesepakatan telah tercapai.