ForexSignal88.com l Jakarta, 17/10/2019 – Euro menguat terhadap dolar merika Serikat (AS) pada hari Rabu setelah data penjualan ritel AS yang suram melukiskan gambaran suram ekonomi dan mendukung kasus penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve.

Penjualan ritel AS turun untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan pada bulan September, menunjukkan bahwa kelemahan yang disebabkan manufaktur dapat menyebar ke ekonomi yang lebih luas.

Sedangkan pound sterling sempat melesat ke titik tertinggi dalam lima bulan terakhir terhadap dolar AS karena Uni Eropa dan Inggris berusaha untuk mencegah Brexit yang berantakan sebelum pertemuan puncak Uni Eropa pada hari Kamis.

Harapan pada terobosan Brexit mengangkat pasar pada hari Selasa, tetapi investor berbalik lebih berhati-hati setelah mencari kesepakatan pada malam itu yang tidak pernah datang. Laporan yang saling bertentangan tentang pembicaraan yang sedang berlangsung memicu serangkaian gerakan liar pound sterling.

Laporan bahwa Jerman mungkin menggunakan langkah-langkah darurat untuk mengatasi kepanikan pasar dari Hard Brexit, seperti melarang pertaruhan pada penurunan harga saham, juga membebani moral pelaku pasar.