ForexSignal88.com l Jakarta, 17/03/2020 – Safe haven yen Jepang melonjak pada hari Senin karena kekhawatiran terhadap perluasan infeksi virus corona COVID-19 memaksa para investor lari menjauh dari aset yang lebih berisiko, bahkan setelah Federal Reserve menurunkan suku bunganya menjadi nol persen dan meluncurkan pelonggaran kuantitatif baru.

The Fed memotong suku bunga AS pada hari Minggu dan mengatakan akan memperluas neraca setidaknya $700 miliar dalam beberapa minggu mendatang.

Langkah ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan beberapa dislokasi pasar termasuk likuiditas di pasar Treasury AS, tetapi mungkin tidak menguntungkan perusahaan-perusahaan yang sedang berjuang karena para investor berhamburan menghindari dampak serangan COVID-19 yang juga memaksa dunia bisnis menghadapi instruksi wajib penghentian usaha mereka.

Menurut seorang pengamat pasar, yang dibutuhkan saat ini adalah dukungan langsung ke industri yang terkena dampak langsung wabah virus tersebut. Dukungan itu hanya dapat disediakan oleh kebijakan fiskal, dan para pemerintah belum menunjukkan reaksi cepat yang sama dengan yang dimiliki bank sentral.

Dolar AS berakhir turun 2,17% menjadi ¥105,84. Euro naik 0,63% terhadap greenback menjadi $1,1183.

Greenback telah menguat dalam sepekan terakhir karena perusahaan-perusahaan memasuki jalur kredit dan para bank pemberi pinjaman bergerak mencari mata uang untuk mendanai pinjaman yang dibutuhkan sehingga menyebabkan ketegangan dalam upaya mereka mencari dolar AS.

Untuk mengatasi ini, The Fed dan bank sentral utama lainnya juga memotong harga pada jalur swap mereka untuk membuatnya lebih mudah untuk memberikan dolar AS kepada lembaga keuangan di seluruh dunia.