ForexSignal88.com l Jakarta, 16/03/2020 – Dolar Amerika Serikat (AS) melonjak pada sesi perdagangan terakhir pekan kedua Februari, membukukan kenaikan tajam terhadap safe-haven yen Jepang karena bursa saham pulih secara global dan para investor mendukung upaya banyak pemerintah dan pembuat kebijakan untuk mengatasi dampak ekonomi dari wabah virus corona COVID-19.

Dolar AS berhasil mencatatkan persentase kenaikan harian terbesar terhadap yen sejak April 2013. Indeks dolar AS berakhir menghijau 1,25% di 98,69.

Mata uang AS semakin terdongkrak setelah Presiden AS Donald Trump, pada hari Jumat, mengumumkan status Darurat Nasional karena virus novel corona menyebar dengan cepat.

Status tersebut membuka pintu bagi lebih banyak bantuan federal untuk memerangi penyakit yang ditimbulkan virus tersebut. Greenback pun memperpanjang kenaikan terhadap beberapa mata uang setelah ledakan spread swap pada hari Kamis mengisyaratkan bahwa para investor semakin menginginkan dolar AS masuk ke brankas mereka.

Para pelaku pasar menyebut tanda-tanda tekanan pendanaan dolar (dollar funding) masih bertahan dan para pembuat kebijakan mungkin perlu beraksi lebih banyak.

Sebagian pengamat pasar melihat kekhawatiran mendasar tentang dampak ekonomi dari COVID-19 di pasar kredit secara luas tetap ada.

Spread yang lebih lebar di cross currency basis swap market menjadi petunjuk semakin besarnya kekurangan dolar AS bagi perusahaan-perusahaan yang sedang mencari dana.