ForexSignal88.com l Jakarta, 12/03/2020 – Dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah terhadap yen Jepang dan franc Swiss pada hari Rabu karena kekhawatiran atas penyebaran virus corona COVID-19 mendorong para investor kembali ke safe-havens.

Sementara itu pound sterling Inggris semakin terdesak setelah Bank of England (BoE) tiba-tiba memangkas suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin, menjadi 0,25%. Pound sterling sejenak rebound karena langkah BoE tersebut - termasuk tindakan untuk mendukung pinjaman bank – sempat meyakinkan sebagian investor.

Bank-bank sentral dan pemerintah di seluruh dunia bergegas untuk membatasi kerusakan ekonomi yang ditimbulkan wabah COVID-19 yang oleh WHO resmi dinyatakan sebagai pandemi, yang telah mengirim bursa saham ke jalur negatif karena para investor beralih ke obligasi pemerintah.

Dolar AS melemah tajam terhadap safe-haven yen Jepang dan franc Swiss. Mata uang AS anjlok 1,03% menjadi ¥104,53.

Mata uang AS merosot hingga ke ¥101,16 pada hari Senin. Walaupun Jepang mungkin sudah dalam resesi, mata uangnya dapat tetap menguat di saat terjadi tekanan pasar karena surplus neraca berjalan dan status kreditor bersih negara itu.

Dolar AS sempat melonjak pada sesi Selasa saat kalangan investor berharap para pembuat kebijakan moneter global bakal menawarkan stimulus lebih lanjut untuk mengimbangi gangguan pada perdagangan dan transportasi global.