ForexSignal88.com l Jakarta, 11/03/2020 – Dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada hari Selasa setelah mengalami kerugian besar terhadap safe-haven yen Jepang dan franc Swiss.

Ekspektasi para investor bahwa para pembuat kebijakan moneter global akan menggulirkan stimulus lebih lanjut untuk mengurangi dampak ekonomi dari wabah virus corona COVID-19, mendorong pemulihan greenback.

Pemulihan greenback tersebut bertepatan dengan rebound di bursa saham AS dan imbal hasil Treasury setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump bahwa ia akan mengadakan konferensi pers pada hari Selasa tentang langkah-langkah ekonomi dalam menanggapi serangan virus corona yang menurut WHO dikhawatirkan menjelma menjadi pandemi.

Indikasi upaya stimulus lebih lanjut oleh pemerintah beberapa negara pun membantu membalikkan situasi pasar FX yang terjadi pada hari sebelumnya.

Krisis yang disebabkan oleh wabah virus corona ini mendorong bank-bank sentral dan pemerintah untuk membelanjakan uang dan itu adalah hal yang baik untuk pasar.

Stimulus adalah langkah yang diinginkan dunia, bukan karena pengurangan suku bunga atau pelonggaran kuantitatif, sehingga dolar AS berpeluang terus pulih dan menguat.

Namun sebagian analis pasar mengatakan masih terlalu dini untuk memperkirakan titik pijakan untuk dolar AS, yang jatuh pada hari Senin setelah perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia yang memicu penurunan harian terbesar harga minyak sejak Perang Teluk 1991 dan imbal hasil Treasury turun lebih jauh.