ForexSignal88.com l Jakarta, 10/06/2019 – Indeks Dolar AS (DXY) sedikit rebound ke sekitar level 96,7 pada saat penulisan analisis ini, bangkit dari tekanan yang ditimbulkan oleh reaksi pasar terhadap nonfarm payrolls (NFP) AS periode Mei jauh di bawah ekspektasi pasar pada hari Jumat.

Kesepakatan AS-Meksiko yang mencegah pemberlakuan tarif baru AS pada impor Meksiko menjelma menjadi penolong dolar AS sekaligus penekan harga emas.

Meskipun turun lebih dari satu persen sejauh bulan ini, DXY terus menunjukkan ketahanannya.

Beberapa indikator ekonomi AS pada kuartal kedua menunjukkan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi AS memudar, mungkin menjamin pemotongan bunga AS oleh Federal Reserve selama beberapa bulan mendatang.

Bank sentral AS mungkin melakukan intervensi pada pengaturan kebijakan moneternya untuk mempertahankan pertumbuhan di ekonomi terbesar di dunia, yang berada di puncak ekspansi terpanjangnya yang akan datang Juli.

Meskipun terlihat peningkatan taruhan pasar untuk pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini telah menciptakan lingkungan yang hanya sedikit negatif bagi greenback.

Mereka yang berharap DXY akan “menyerah” mungkin akan kecewa, mengingat sejauh ini hanya ada tekanan balik yang relatif lemah dari mata uang G10 lainnya.

Sementara itu kemuraman ekonomi terus mengaburkan pandangan terhadap euro, di saat pound sterling tetap rentan untuk terperosok dalam jurang Brexit, menyiratkan bahwa komponen utama dalam indeks dolar AS hanya dapat memberikan resistensi terbatas.

Namun kinerja yen Jepang dapat mengurangi momentum dolar AS, terutama jika ketegangan perdagangan semakin intensif dan menimbulkan ancaman yang lebih besar terhadap prospek pertumbuhan global, mendorong investor untuk berbondong-bondong kembali menuju aset safe havens.