ForexSignal88.com l Jakarta, 09/03/2020 – Dolar Amerika Serikat (AS) tersungkur pada hari Jumat, membukukan kerugian mingguan terbesar dalam empat tahun, karena penurunan tajam pada imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS merusak daya tarik greenback.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, berakhir sekitar 0,7% lebih rendah pada 95,995, setelah tergelincir ke level terendah 13-bulan di 95,701.

Untuk minggu lalu, indeks dolar AS turun 2,2%, penurunan mingguan terbesar sejak awal Mei 2016.

Ketidakpastian ekonomi menyebar secepat virus corona Covid-19 yang menebarkan tekanan pada Federal Reserve, potensial memaksa para pembuat kebijakannya untuk menindaklanjuti pemotongan suku bunga besar minggu lalu kelak saat mereka menggelar rapat di akhir bulan ini.

Para investor telah memangkas harapan untuk suku bunga AS setelah penurunan suku bunga darurat sebanyak 50 basis poin pada awal pekan lalu untuk melawan dampak ekonomi dari penyebaran virus corona Covid-19.

Kekhawatiran tentang serangan Covid-19, yang hingga Jumat tercatat menjangkiti 91 negara dengan 100.000 orang terinfeksi dan lebih dari 3.400 di antaranya kehilangan nyawa, telah membuat fundamental pasar berada di dalam debu, dan yield Treasury Note 10-tahun merosot ke rekor terendah.