ForexSignal88.com l Jakarta, 09/04/2020 – Dolar Amerika Serikat (AS) naik pada hari Rabu dalam perdagangan yang sideways karena sebagian optimisme terkait krisis yang ditimbulkan serangan global virus corona SARS Cov-2 mungkin mendekati puncak memudar kembali.

Kekhawatiran para investor tetap terlihat jelas atas dampak ekonomi pandemi COVID-19, penyakit yang timbul akibat infeksi virus tersebut.

Penguatan greenback terjadi bahkan ketika saham-saham menguat, tetapi bertahan di bawah titik tertinggi intraday yang dicapai pada hari Selasa.

Ketidakpastian di bawah bayang-bayang pandemi akan tetap menjadi bagian dari kehidupan warga dunia selama dua bulan ke depan.

Para pejabat AS memperingatkan rakyatnya untuk menghadapi jumlah kematian yang tinggi akibat virus tersebut di minggu ini, bahkan ketika pemodelan dari sebuah universitas berpengaruh pada hari Rabu mengurangi angka kematian akibat di AS pandemi COVID-19 sebesar 26% menjadi 60.000 jiwa dari sebelumnya diperkirakan pada rentang 100.000 hingga 240.000 jiwa.

Sementara itu para pejabat Federal Reserve, pada dua rapat darurat bulan lalu, semakin khawatir dengan cepatnya penyebaran wabah COVID-19 yang membahayakan ekonomi AS dan mengganggu pasar keuangan, mendorong mereka untuk mengambil "tindakan tegas", demikian tercatat pada risalah pertemuan yang dirilis pada hari Rabu.

Indeks dolar naik 0,16% pada hari ini menjadi 100,12.

Terhadap yen, dolar naik 0,17% menjadi 108,92 yen.

Sterling naik 0,42% terhadap greenback menjadi $1,2385.