ForexSignal88.com l Jakarta, 08/04/2020 – Greenback turun dan beberapa mata uang berisiko, termasuk dolar Australia, unggul pada sesi Selasa karena selera risiko meningkat dengan harapan bahwa lockdown dapat memperlambat penyebaran virus corona SAR Cov-2 di beberapa negara.

Saham-saham AS juga menguat karena para investor kembali ke aset berisiko. Beberapa mata uang diuntungkan dari meningkatnya selera risiko yang membebani dolar AS.

Pound sterling juga naik sehari setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dipindahkan ke perawatan intensif karena memburuknya gejala COVID-19 yang ia derita.

Kondisi Johnson, meski mengkhawatirkan, juga tidak mungkin berarti perubahan arah kebijakan pemerintah United Kingdom (UK) dalam memerangi virus SARS Cov-2.

Meskipun ada berita sedih tentang PM Johnson, jumlah kematian di Inggris akibat COVID-19 tetap relatif rendah dan melambat untuk hari kedua, meskipun puncaknya diperkirakan masih sekitar 10 hari lagi. Data frekuensi tinggi pada infeksi coronavirus dan tingkat kematian terus stabil.

Di Spanyol dan Italia, yang menyumbang lebih dari 40% dari kematian dunia, angka kematian telah menurun selama beberapa hari, dan diskusi publik telah beralih ke bagaimana dan kapan untuk mengurangi masa pembatasan kegiatan pribadi dan ekonomi.