ForexSignal88.com l Jakarta, 07/06/2019 – Mata uang AS gagal mempertahankan rebound yang sempat terjadi pada sesi Rabu. Indeks dolar AS jatuh kembali bergerak turun pada sesi Kamis, mendekati level terendah dua bulan di 96,749 (data CNBC).

Pemicu pelemahan dolar AS secara umum masih didominasi oleh aksi penghindaran risiko (risk aversion) para investor dan komentar dovish dari para pembuat kebijakan Federal Reserve, termasuk Ketua Fed Jerome Powell, yang meningkatkan prospek penurunan suku bunga acuan bank sentral AS.

Powell mengatakan pada hari Selasa waktu AS bahwa bank sentral AS akan “melakukan tindakan yang sesuai untuk mempertahankan” perekonomian negara tersebut.

Dolar AS juga tertekan kemarin karena para pedagang tetap waspada setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan membuat keputusan tentang tarif China setelah pertemuan puncak G20.

Ketegangan perdagangan meningkat setelah Trump mengatakan dia bisa menambahkan hingga $300 miliar lebih banyak tarif terhadap produk China dan dia akan membuat keputusan setelah KTT G20 pada akhir Juni.

Greenback juga masih dibayangi tekanan oleh yen Jepang karena kurangnya kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-Meksiko yang merusak sentimen risiko dan terus mendorong para investor ke mata uang safe haven.

Trump secara tak terduga mengatakan kepada Meksiko pada pekan lalu untuk mengambil langkah yang lebih keras dalam membatasi imigrasi ilegal atau menghadapi tarif 5% untuk semua ekspornya ke AS.

Sementara itu, euro semakin kuat setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunganya stabil, tetapi kehilangan sebagian keuntungannya setelah Presiden ECB Mario Draghi menyebut beberapa rekannya berpendapat untuk memulai kembali pelonggaran kuantitatif, yang bisa dibilang senjata paling kuat di dalam arsenal bank sentral tersebut.

Pada hari Kamis EBC terlihat menahan diri dari mengisyaratkan penurunan suku bunga sementara para investor mengharapkan sinyal yang lebih dovish dari ECB dan pengakuan pertumbuhan ekonomi yang lemah di blok tersebut.

Hari ini selain beberapa data yang cukup penting dari wilayah Eropa, fokus perhatian pasar bakal tersedot oleh satu rangkaian data ketenagakerjaan AS yaitu laporan pembayaran gaji sektor nonpertanian AS (nonfarm payrolls report/NFP) dan elemen lain yang terkandung di dalamnya.

Angka utama (NFP) tentu tetap diperhatikan dengan perimeter utama di 200K namun perhatian lebih besar, dalam kaitannya dengan prospek suku bunga The Fed dan dampak perang dagang AS-China, elemen lain seperti inflasi upah bakal lebih diperhatikan oleh para pelaku pasar.