ForexSignal88.com l Jakarta, 07/04/2020 – Pound sterling melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan euro pada hari Senin setelah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah dipindahkan ke perawatan intensif karena COVID-19-nya memburuk.

"Sepanjang siang ini, kondisi Perdana Menteri memburuk dan, atas saran tim medisnya, dia telah dipindahkan ke Unit Perawatan Intensif di rumah sakit," kata Downing Street kemarin.

Sterling turun terhadap greenback menjadi $1.2231, dari sekitar $1.2300 sebelum laporan tersebut. Euro naik menjadi 0,881 pence terhadap pound, dari 0,877.

Jika Boris tidak dapat melanjutkan tugas resminya, maka itu menimbulkan beberapa komplikasi tetapi pasar tetap menunggu dan mengamati.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab ditunjuk untuk mengambil alih kepemimpinan negara jika Johnson tidak dapat memenuhi perannya.

Tidak jelas apa rencana suksesi darurat untuk perdana menteri. Pasar membenci ketidakpastian dan ini bukan pertanda baik untuk langkah-langkah lebih lanjut dalam memerangi COVID-19 dan untuk negosiasi perdagangan Brexit di masa depan.

Penurunan sterling terjadi karena pasar secara lebih luas mencerminkan selera risiko yang lebih kuat pada optimisme bahwa penyebaran virus corona baru di AS dan Eropa bisa berkurang.