ForexSignal88.com l Jakarta, 06/04/2020 – Dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap mata uang utama untuk hari ketiga berturut-turut pada sesi Jumat, karena para investor berlindung di dalam mata uang AS di tengah memburuknya dampak ekonomi dari wabah COVID-19.

Dengan sederet data buruk dari Eropa, Inggris, dan Italia, para investor bersegera menuju Treasury dan dolar AS yang diyakini sebagai safe haven.

Dolar AS sebagian besar mengabaikan laporan penggajian sektor non-pertanian AS (nonfarm payrolls/NFP) yang menunjukkan hilangnya 701.000 pekerjaan di bulan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi berkurangnya 100.000 pekerjaan.

Kontraksi tiba-tiba yang terjadi pada bulan Maret mengakhiri pertumbuhan lapangan kerja AS selama 113 bulan berturut-turut. Departemen Tenaga Kerja AS juga merevisi data Februari menjadi 275.000 penambahan pekerjaan.

Sementara itu tingkat pengangguran naik menjadi 4,4% dari 3,5% di bulan sebelumnya.

Merosotnya NFP periode Maret, yang sudah mendekati penurunan bulanan terburuk sejak krisis keuangan global, menunjukkan pandemi COVID-19 mulai menghancurkan ekonomi bahkan lebih cepat dari yang diduga sebelumnya.

Laporan NFP mengikuti data di sesi Kamis yang menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran AS naik menjadi 6,65 juta pada minggu terakhir dari 3,3 juta yang tidak direvisi pada minggu sebelumnya.