ForexSignal88.com l Jakarta, 04/06/2019 – Mata uang Amerika Serikat (AS) tampaknya bakal terus bergulat untuk melepaskan diri dari cengkeraman kuat para bears.

Dolar AS tergelincir ke level terendah lima bulan terhadap yen pada hari Selasa, tertekan oleh penurunan tajam imbal hasil obligasi pemerintah AS berkat meningkatnya pertaruhan pasar untuk penurunan suku bunga jangka pendek Federal Reserve.

Benchmark imbal hasil Treasury 10-tahun jatuh ke level terendah sejak September 2017 semalam, berada dalam jangkauan ambang 2% setelah Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard mengatakan penurunan suku bunga "mungkin pasti segera" mengingat meningkatnya risiko terhadap ekonomi pertumbuhan yang ditimbulkan oleh ketegangan perdagangan global serta inflasi AS yang lemah.

Imbal hasil treasury telah menurun tajam karena para investor terus mengoleksi obligasi pemerintah AS dalam menghadapi meningkatnya ketegangan perdagangan antara Washington dan beberapa mitra dagangnya.

Dolar AS sempat menjadi tempat berlindung yang aman selama fase risk off seperti saat ini, tetapi kekuatannya memudar karena laju tak terduga dari penurunan imbal hasil AS terlalu besar untuk diabaikan oleh pasar.

Tidak hanya terhadap safe haven currencies, greenback bahkan jatuh terhadap mata uang lain seperti euro. Para pelaku pasar akhirnya menemukan insentif untuk menutup posisi short euro di saat terjadi penurunan tajam pada imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Mata uang tunggal zona euro telah meraih dukungan pelemahan dolar AS namun pasar tetap berhati-hati pada prospek jangka panjang mata uang ini.

Dengan menimbang hubungan dekat zona euro dengan ekonomi China, euro adalah salah satu mata uang yang paling terpengaruh oleh penurunan ekonomi China, sebuah risiko yang terkait dengan meningkatnya perang perdagangan AS-China.

Sementara itu dolar Australia bertahan stabil setelah bank sentral Australia memangkas suku bunganya, sebuah langkah yang sudah diantisipasi secara luas.

Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas suku bunga pada hari Selasa ke level terendah sepanjang masa di 1,25% dari 1,50%, tetapi tidak memberikan indikasi yang jelas tentang rencana pemotongan lebih lanjut.