ForexSignal88.com l Jakarta, 03/06/2019 – Pedagang mata uang dan ekuitas merasakan sengatan proteksionisme ala Donald Trump pada sesi terakhir bulan lalu ketika China dan Amerika Serikat (AS) mengambil langkah baru untuk membatasi perdagangan di antara mereka.

Potensi berlarut dan meluasnya konflik dagang semakin menjadi setelah administrasi Trump mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif 5% pada semua impor Meksiko mulai 10 Juni dan tarif akan secara bertahap meningkat jika krisis migran ilegal ke AS via Meksiko terus berlanjut.

Tarif tersebut akan naik menjadi 10% pada tanggal 1 Juli jika Meksiko tidak membuat perubahan yang berarti dan menambah 5% tambahan setiap bulannya selama 3 bulan berikutnya.

Trump menggunakan “tembok tarif” bukannya tembok perbatasan. Ia juga juga mengunakan tarif tersebut sebagai kekuatan politik, yang tidak hanya akan merugikan ekonomi Meksiko tetapi juga konsumen dan bisnis Amerika.

Ada dua hal dapat dipastikan dalam sebuah perang dagang, yakni pertumbuhan yang lebih lambat dan harga yang lebih tinggi untuk semua pihak yang terlibat.

Aksi jual tajam pun terjadi di bursa saham pada hari Jumat yang mencerminkan kekhawatiran pasar bahwa meskipun Meksiko dan China akan menderita akibat dari “kemarahan” Trump, bisnis Amerika kelak akan terpukul juga.

Diperkirakan bahwa untuk perusahaan seperti GM, untuk setiap kenaikan 5% tarif tersebut dapat merugikan perusahaan hingga ratusan juta dolar. Pendapatan semester kedua sudah berisiko karena perang tarif dengan China, dan menambahkan tarif terhadap impor dari Meksiko dapat menyebabkan resesi pendapatan.

Akibatnya dolar AS terus diliputi potensi pelemahan lebih lanjut terhadap semua mata uang utama seperti yang terlihat pada hari Jumat karena respon pertama dari para investor adalah kepanik anatas pendapatan perusahaan-perusahaan AS. Permintaan terhadap aset safe havens non-dolar AS pun meningkat.

Selain itu, prospek pemangkasan suku bunga acuan Federal Reserve jelas menjadi beban bagi greenback dan di saat yang sama menjelma sebagai pendukung tambahan bagi harga emas yang sudah terbantu oleh ketakutan para pelaku pasar atas prospek ekonomi dan perdagangan global.