ForexSignal88.com l Jakarta, 03/07/2019 – Mata uang AS tergelincir dari titik tertinggi dua minggu pada hari Selasa, karena optimisme tentang negosiasi perdagangan AS-China memudar.

Pembicaraan perdagangan global tetap menjadi pendorong utama di pasar mata uang, dengan investor global menyadari mungkin perlu waktu sebelum kesepakatan 100% tercapai dan tarif impor yang tinggi dihapus.

Dolar AS masih berisiko untuk tertekan hari ini karena pada dasarnya pasar keuangan kembali khawatir karena terus mengingat masa ketika negosiasi AS dengan China gagal pada bulan Mei.

Para pelaku pasar melihat perseteruan ini bukan hanya sebuah konflik dagang antara AS dengan Tiongkok, tetapi sebuah pertempuran untuk mendominasi kepemimpinan global antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Sementara itu Washington pada hari Selasa mengancam akan menghantam Uni Eropa dengan tarif tambahan sebesar $4 miliar, meningkatkan tekanan pada Eropa dalam ketidaksepakatan jangka panjang mengenai subsidi pesawat.

Kekhawatiran dipicu oleh ancaman AS itu membuat imbal hasil obligasi Jerman turun ke rekor terendah baru, dan imbal hasil Treasury AS ke posisi terendah multi-tahun, dengan imbal hasil pada T-note 10-tahun menembus di bawah 2,0%.

Penurunan imbal obligasi-obligasi membuat para pelaku pasar berburu aset safe havens seperti emas dan yen Jepang.

Sebab itu pula aset-aset berisiko secara keseluruhan berusaha memanfaatkan momentum setelah ada sedikit bantuan di hari Senin, dengan survei manufaktur yang lemah menunjukkan adanya hambatan pada ekonomi global.