ForexSignal88.com l Jakarta, 02/03/2020 – Dolar Amerika Serikat (AS) anjlok ke level terendah tujuh minggu terhadap yen Jepang pada sesi terakhir Februari setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan bank sentral AS dapat memangkas suku bunga akibat meluasnya wabah coronavirus.

Powell pada hari Jumat mengatakan bank sentral AS akan “beraksi sesuai” situasi terkini untuk mendukung ekonomi AS dalam menghadapi risiko yang ditimbulkan oleh wabah coronavirus (Covid-19), meskipun ia mengatakan ekonomi negara itu tetap dalam kondisi solid.

Yen Jepang stabil di jalur kenaikan harian terbesar sejak Mei 2017 karena para investor pindah ke mata uang safe-haven ini. Yen menguat hingga ¥107,49 melawan dolar AS dan berakhir menguat 1,57% di ¥107,86.

Indeks dolar AS turun 0,324% menjadi 98,127, turun sekitar 1% di minggu lalu karena meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga Fed. Pasar sepenuhnya yakin bakal ada pemotongan setidaknya 25 basis poin pada rapat kebijakan Fed bulan depan.

Sebagian investor melihat Fed bahkan dapat memangkas suku bunga acuannya lebih cepat. Sangat mungkin pasar akan memaksa Fed untuk memotong suku bunga bahkan sebelum rapat 18 Maret.

Yield pada Treasury Notes 2-tahun, yang bergerak dengan ekspektasi perubahan kebijakan suku bunga, telah turun sekitar 32,5% di minggu lalu.

Penyebaran cepat virus corona meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya pandemi, dengan enam negara melaporkan kasus pertama mereka. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun meningkatkan peringatan penyebaran global dan risiko dampak virus corona menjadi "sangat tinggi".