ForexSignal88.com l Jakarta, 31/10/2017 – Harga minyak mentah WTI relatif stabil pada hari Selasa setelah membukukan penurunan tipis di hari Senin. Perdagangan minyak global masih didukung oleh kondisi pasar yang semakin solid karena upaya OPEC yang terus berlanjut untuk mengurangi pasokan, meskipun prospek peningkatan produksi minyak serpih (oil shale) AS dapat menghambat langkah OPEC dan produsen lainnya.

Meski umumnya sentimen pasar optimis, sebagian pengamat terlihat berhati-hati setelah selama beberapa hari pasar didominasi oleh kenaikan harga yang kuat.

Harga shale AS dapat menghambat kenaikan harga selama jangka menengah sampai jangka panjang. Perbedaan antara Brent dan WTI sebesar $6,7 per barel merupakan hasil dari meningkatnya produksi minyak mentah Amerika, yang naik hampir 13 persen sejak pertengahan 2016 sampai 9,5 juta barel per hari (bph), membuat ekspor minyak mentah AS meraup banyak keuntungan dan dapat menjadi motivasi bagi para produsen minyak AS untuk semakin menggenjot produksinya.

Perspektif Analisa Teknikal Harga Minyak Mentah WTI

Harga minyak mentah WTI sempat menanjak ke 54,44 pada hari Senin namun berakhir negatif di 54,10. Namun demikian pada basis penutupan harian, harga minyak mentah WTI tercatat naik 0,28% dibandingkan penutupan hari Jumat.

Setelah penutupan sesi kemarin, pada grafik harian harga minyak mentah WTI terbentuk doji, sebuah indikasi indecision market, yang juga menjadi sinyal bearish manakala batas bawah doji tersebut dilampaui dengan volume besar. Level terendah sesi kemarin adalah 53,74.

Namun seandainya area support pertama itu dilintasi, harga minyak mentah WTI masih memiliki potensi naik selama support kuat pada grafik 4-jam yang siang ini berada di 53,79 tetap bertahan (tidak terjadi penutupan yang cukup jauh di bawahnya).

Di sisi atas, level tertinggi sesi kemarin berperan sebagai resistance pertama dengan resistance selanjutnya di 55,22.

Sumber analisa: ForexSignal88

Sumber grafik: MetaTrader 4

Share This

Artikel Terkait Lainnya